Jum'at, 10 April 2020
Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni : Jum'at, 31 Januari 2020 | 17:00 WIB

Himedik.com - Semakin bertambahnya jumlah korban terinfeksi virus corona di China, membuat sejumlah dokter dan perawatan pun kewalahan. Kondisi ini pun menggugah naluri seorang perawat yang baru saja sembuh dari virus corona.

Sebelumnya, jumlah korban meninggal akibat virus corona diketahui sudah mencapai 132 orang. Sedangkan, orang yang positif terinfeksi virus corona mencapai 7.000 secara global.

Negara-negara lain di luar China pun mulai mewaspadai penyebaran virus corona yang makin tajam, terutama sejumlah negara yang sudah melaporkan adanya kasus positif virus corona.

Sementara itu, peneliti Hong Kong tengah berusaha mengembangkan vaksin untuk mengatasi virus corona Wuhan yang mematikan. Tetapi, vaksin itu masih perlu diuji sebelum disalurkan ke publik.

Para ilmuwan di China dan Amerika Serikat juga berusaha mengembangkan vaksin untuk wabaha virus corona secara terpisah.

Profesor Yuen Kwok-yung, ketua penyakit menular di Universitas Hong Kong mengungkapkan bahwa tim penelitiannya sedang mengerjakan vaksin virus corona. Mereka juga telah mengisolasi virus yang sebelum tidak diketahui dari kasus impor pertama di kota itu.

Petugas medis meggunakan pakaian biosafety saat penyuluhan terkait pencegahan virus Corona (2019-nCoV) di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (29/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Yuen memperdiksi kalau pengujian vaksin virus corona ini akan memakan waktu berulan-bulan. Saat ini mereka akan mengujinya pada hewan. Setelah satu tahun, mereka akan melakukan uji klinis pada manusia.

Dalam hal ini, peneliti dari Hong Kong mengembangkan vaksin virus corona dengan mengacu pada vaksin influenza yang berbentuk semprotan hidung.

Para peneliti memodifikasi vaksin flu bagian antigen permukaaan dari virus corona. Artinya, vaksin ini bisa mencegah virus influenza dan virus corona jenis baru yang menyebabkan pneumonia.

Ilustrasi wabah virus corona (coronavirus). (Shutterstock)

Sejauh ini, Hong Kong telah mengonfirmasi 8 kasus virus corona. Tetapi, belum ada laporan kasus meninggal karena virus corona di Hong Kong.

Sebelumnya, Li Lanjuan, pakar penyakit menular di China, juga mengonfirmasi bahwa vaksin virus corona masih dikembangkan dan bisa digunakan sekitar 1 bulan lagi.

Terkait pendapat itu, Yuen mengaku tak yakin jika vaksin virus corona yang sedang dikembangkan oleh timnya bisa digunakan atau selesai dalam satu bulan.

"Jika pengujian vaksin virus corona pada hewan efektif dan aman. Vaksin ini baru diuji klinis pada manusia. Tapi, proses ini mungkin butuh satu tahun." paparnya.