Jum'at, 10 April 2020
Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni : Sabtu, 15 Februari 2020 | 17:00 WIB

Himedik.com - Tersangka narkoba Lucinta Luna mengaku mengalami dysphoria gender, sehingga mengajukan surat permohonan ganti kelamin ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Dalam mengajukan surat permohonan itu, Lucinta Luna pun menyetakan bukti tentang dirinya yang sudah mengganti kelamin dari laki-laki ke perempuan di Thailand.

Surat keterangan Lucinta Luna yang mengalami dysphoria gender ini diungkap oleh mantan kuasa hukumnya yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dia menyatakan salah satu bukti yang dilampirkan oleh kliennya saat mengajukan surat permohonan adalah Surat Keterangan Dokter atau Certificated by Attending Doctor dari Rumah Sakit Rajyindee Thailand. Muhammad Fatah alias Lucinta Luna melakukan operasi ganti kelamin di rumah sakit itu pada April 2004.

"Buktinya surat-surat operasi (ganti kelamin) dari RS di Thailand. Kan logikanya kalau orang udah operasi kelamin mau ngomong apalagi. Dia kan ada penyakit dysphoria itu," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2020).

Tersangka kasus narkoba Lucinta Luna membuka masker saat menjalani pemeriksaan lanjutan kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (13/2). [Suara.com/Ismail]

Gangguan identitas gender ini dilansir dari Mayo Clinic, biasa dialami oleh transgender dan orang yang tidak sesuai gendernya. Meskipun, beberapa orang mungkin tidak terpengaruh.

Karena, ada pulang transgender dan orang yang tidak sesuai gendernya tetap merasa nyaman dengan tubuhnya, baik dengan atau tanpa intervensi medis.

Istilah dysphoria gender ini diterbitkan oleh American Psychiatric Association dalam Manual Diagnostik Statistik Gangguan mental (DSM-5) untuk mendiagnosis kondisi mental.

Tersangka kasus narkoba Lucinta Luna menangis saat berbicara kepada media di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (13/2). [Suara.com/Ismail]

Gangguan ini mungkin disebabkan oleh suatu kondisi medis langka, seperti hiperplasia adrenal bawaan dan kondisi interseks.

Pada hiperplasia adrenal bawaan, janin perempuan akan memiliki kelenjar adrenalin yang memproduksi hormon seks pria. Hal ini membuat vagina membengkak, sehingga bisa terjadi kesalahpahaman janin terlihat seperti bayi laki-laki.

Sedangkan interseks, merupakan kondisi langka bayi lahir dengan dua alat kelamin, vagina dan penis. Dalam kasus ini, anak diperbolehkan tumbuh dengan dua alat kelamin sampai dewasa. Lalu, ia diperbolehkan memilih hidup dengan satu kelamin.