himedik.com - Sekitar 50 pelajar dan orang dewasa berkumpul di luar sekolah menengah di Nova Scotia, Kanada pada Selasa (13/11/2018). Mereka menyerukan untuk segera menghentikan intimidasi pada remaja penderita cerebral palsy yang digunakan sebagai jembatan manusia untuk menyeberangi sungai.
Dalam sebuah rekaman video, Brett Corbett (14) dari Glace Bay, terlihat diganggu dan diejek. Para siswa bahkan melemparkan kata-kata kotor padanya dan menyuruhnya untuk tengkurap di anak sungai di luar Sekolah Tinggi Glace Bay.
Kemudian tubuhnya digunakan sebagai jembatan penyeberangan untuk melewati sungai. ''Aku kedinginan, tidak ada yang mencoba membantuku,'' ungkap Corbett kepada Global News.
Setelah insiden tersebut, Corbett mengatakan bahwa ia telah menerima permintaan maaf dan ingin semua tindakan bullying dihentikan. Sementara menurut penuturan ibunya, Terri McEachern, putranya telah memaafkan mereka dan hal itu membuatnya kagum.
Sayangnya, siswa yang terlibat dalam insiden bullying hanya menerima hukuman ringan dan pihak sekolah tidak memberikan dukungan lebih pada putranya.
Sekadar informasi, cerebral palsy bukanlah penyakit bawaan. Penyakit ini terjadi pada bayi baru lahir dan anak kecil yang memengaruhi otot dan saraf.
Cerebral palsy berlangsung seumur hidup, tetapi tidak akan memburuk. Meski demikian, anak dengan kondisi ini dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
Terkini
-
Menghadapi DBD di Musim Hujan: Anak dan Dewasa Sama Rentannya
-
Issa Xander Anak Nikita Willy Ternyata Punya Paspor Amerika Serikat, Apa Keuntungannya?
-
Tiroid Anak Bermasalah? Cek Pola Makannya! Ini Dampaknya Kata Ahli
-
Kerap Menyerang Anak-anak Dan Lansia, Virus HMPV Apakah Ada Vaksinnya?
-
Yuk Cegah Alergi pada Anak dengan Penuhi Kebutuhan Serat Harian