Minggu, 31 Mei 2020
Agung Pratnyawan | Yuliana Sere : Senin, 04 Maret 2019 | 14:08 WIB

Himedik.com - Ibunda artis Mikha Tambayong, Deva Malaihollo meninggal dunia di RS Premiere Jatinegara, Minggu (3/3/2019) sekitar pukul 16.20 WIB.

Melansir dari Suara.com, Deva Malaihollo menderita autoimun. Diketahui sejak akhir Februari, sang ibu sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.

Mikha pun mengunggah momen manis bersama sang ibu. 'My solid rock, my angel. Forever love,' tulisnya dalam keterangan foto tersebut.

Untuk informasi, penyakit autoimun dikaitkan dengan kerusakan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan tubuh menyerang jaringannya sendiri.

Ketika sistem kekebalan tubuh gagal berfungsi, tubuh salah mengira jaringannya sendiri sebagai benda asing dan menghasilkan sel-sel kekebalan tubuh (limfosit) dan autoantibodi yang menargetkan dan menyerang jaringan-jaringan itu.

Respons yang tidak tepat, yang disebut sebagai reaksi autoimun, dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan.

1. Artritis reumatoid. Sistem kekebalan menghasilkan antibodi yang menempel pada lapisan sendi. Sel-sel sistem kekebalan kemudian menyerang sendi, menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri.

2. Lupus. Orang dengan lupus mengembangkan antibodi autoimun yang dapat menempel pada jaringan di seluruh tubuh. Sendi, paru-paru, sel darah, saraf, dan ginjal.

3. Penyakit radang usus. Sistem kekebalan menyerang lapisan usus, menyebabkan diare, pendarahan dubur, buang air besar yang terus-menerus, sakit perut, demam, dan penurunan berat badan.

4. Multiple sclerosis (MS). Sistem kekebalan menyerang sel-sel saraf, menyebabkan gejala yang dapat mencakup rasa sakit, kebutaan, kelemahan, koordinasi yang buruk, dan kejang otot.

5. Diabetes mellitus tipe 1. Antibodi sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas.

6. Sindrom Guillain-Barre. Sistem kekebalan menyerang saraf yang mengendalikan otot-otot di kaki dan kadang-kadang lengan dan tubuh bagian atas.

7. Polineuropati demielinasi inflamasi kronis. Mirip dengan Guillian-Barre, sistem kekebalan tubuh juga menyerang saraf, tetapi gejalanya bertahan lebih lama.

8. Psoriasis. Pada psoriasis, sel-sel darah sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif yang disebut sel-T berkumpul di kulit.

Aktivitas sistem kekebalan merangsang sel-sel kulit untuk bereproduksi dengan cepat, menghasilkan plak bersisik, berwarna perak pada kulit.

9. Vaskulitis. Sistem kekebalan menyerang dan merusak pembuluh darah dalam kelompok penyakit autoimun ini.

10. Myasthenia gravis. Antibodi mengikat saraf dan membuatnya tidak dapat menstimulasi otot dengan benar.

11. Penyakit Hashimoto. Antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid, perlahan-lahan menghancurkan sel-sel yang menghasilkan hormon tiroid.