himedik.com - Viagra dikenal sebagai obat yang sangat membantu dalam masalah disfungsi ereksi. Namun sebenarnya fungsi awal viagra adalah yang berkaitan dengan jantung.
Awalnya, obat ini berfungsi untuk semua masalah jantung, misalnya menurunkan tekanan darah tinggi dan nyeri pada dada atau angina.
Di tahun 1989, ilmuwan dari perusahaan obat Pfizer di Inggris, Peter Dunn dan Albert Wood menciptakan sildenafil citrate, nama farmasi untuk viagra.
Sayang, ketika menjalani uji klinik, obat ini gagal menjalankan tugasnya.
Obat ini bukan menurunkan tekanan darah, melainkan meningkatkan aliran darah ke organ seksual, atau dengan kata lain obat ini lebih efektif menginduksi ereksi.
Gagal menjadikannya sebagai obat jantung, perusahaan Pfizer menjadikan obat tersebut sebagai suatu terobosan baru.
Sebelumnya obat ini diketahui telah dipatenkan di Inggris pada 1991 oleh Dr Nicholas Terett, sebagai obat jantung.
Dua tahun kemudian, viagra mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, bukan sebagai obat jantung melainkan obat untuk disfungsi ereksi.
Beberapa minggu setelah itu, apotek-apotek di Amerika telah meresepkan lebih dari 40 ribu viagra.
Namun perjalanan viagra menjadi obat disfungsi ereksi tidak berhenti di situ. Penelitian pada tahun 2000 oleh Dr Sanjay Kaul mengatakan angka kematian mencapai 522 pasien.
Baca Juga
Mereka meninggal akibat mengonsumsi viagra. Di tahun selanjutnya, obat ini digunakan sebagai pemecah masalah seksualitas.
Terkini
-
Daftar Penyebab Kelumpuhan Wajah, Tak Cuma Ramsay Hunt Syndrome yang Pernah Dialami Justin Bieber
-
Bapak-Bapak Wajib Tahu! Cara Angkat Galon yang Aman agar Tak Saraf Kejepit
-
Awas! Sering Nahan Pipis Bisa Bikin Pria Radang Prostat
-
Terlalu Banyak Makan Telur untuk Sarapan Bisa Picu Kanker Prostat, Begini Kata Studi
-
Studi Temukan Mikroplastik di Testis Pria, Berefek ke Penurunan Jumlah Sperma?