Senin, 08 Maret 2021
Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni : Kamis, 26 November 2020 | 15:00 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Himedik.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai "silent killer" kaena bisa menyebabkan sejumlah penyakit serius yang mengancam jiwa tanpa menunjukkan gejala utama.

Jika Anda sering mengalami mimisan mendadak, Anda perlu mewaspadai kondisi ini sebagai tanda tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Orang dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami komplikasi kesehatan berbahaya bila tidak mengubah gaya hidupnya yang buruk.

Karena itu, mengenali gejala awal tekanan darah tinggi bisa menyelamatkan nyawa Anda. Salah satunya, mewaspadai terjadinya mimisan mendadak.

Meskipun mimisan bukan berarti tanda tekanan darah tinggi saja, tetapi juga bisa mengindikasikan masalah medis serius.

Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

Karena, hidung mengandung banyak pembuluh darah yang letaknya dekat dengan permukaan di bagian depan dan belakang hidung. Sehingga bagian tubuh ini cukup rapuh dan mudah berdarah.

Ada dua macam mimisan, yakni mimisan anterior yang terjadi ketika pembuluh darah di depan hidung pecah dan berdarah. Ada pula mimisan posterior yang terjadi di belakang atau bagian hidung terdalam.

Dalam kasus mimisan posterior, darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan dan jenis mimisan ini bisa berbahaya.

Selain mimisan, British Heart Foundation juga mencantumkan kemungkinan gejala tekanan darah tinggi lainnya, yakni penglihatan kabur, sesak napas, nyeri dada, pusing, dan sakit kepala.

Cara paling efektif untuk menjaga kesehatan Anda adalah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di dokter setempat. NHS juga mencantumkan 3 penyebab mimisan pada orang sehat, antara lain:

  1. Mengupil
  2. Meniup hidung terlalu keras
  3. Bagian dalam hidung Anda terlalu kering, karena perubahan suhu udara

Jika mimisan terus berlanjut dan bukan disebabkan oleh 3 faktor di atas, maka kondisi itu bisa menjadi tanda tekanan darah tinggi.

"Konsumsi makanan rendah lemak yang mengandung banyak serat, seperti nasi gandum utuh, roti dan pasta, serta banyak buah dan sayuran bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi," jelas NHS dikutip dari Express.

BACA SELANJUTNYA

Tindik Hidung, Perempuan AS Alami Hepatitis B hingga Transplantasi Hati