Minggu, 11 April 2021
Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana : Minggu, 04 April 2021 | 10:00 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Himedik.com - Olahraga renang memang dikenal baik untuk kebugaran tubuh. Namun selain menjaga kebugaran, berenang memiliki efek negatif pada kesehatan vagina.

Melansir dari Healthshost, menurut Dr Aruna Kalra, ginekolog senior dan dokter kandungan di RS CK Birla, Gurugram menyatakan bahwa bahan kimia yang ada di dalam kolam renang bisa mengganggu keseimbangan pH vagina.

"Bahan kimia yang disebut kaporit sering digunakan untuk membersihkan kolam renang karena air di kolam merupakan tempat berkembang biaknya bakteri," ujar dokter Karla.

"Bahan kimia ini bermanfaat karena membunuh bakteri yang ada di dalam air. Namun, semua bakteri tidak buruk. Vagina kita memiliki bakteri baik yang membantu menjaganya tetap sehat. Tapi saat kita memasuki kolam, klorin yang ada di dalamnya membunuh bakteri baik dan mengganggu keseimbangan pH vagina," jelasnya.

Mengganggu pH vagina, berikut beberapa infeksi yang kemungkinan bisa muncul akibat berenang, antara lain:

1. Infeksi jamur

Klorin mempengaruhi keseimbangan pH vagina, akibatnya meningkatkan kemungkinan jamur untuk tumbuh sehingga menyebabkan infeksi jamur.

2. Peradangan

Klorin juga dapat menyebabkan peradangan karena mengganggu keseimbangan pH vagina. Ini juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada vagina yang membuatnya bengkak atau gatal.

3. Vaginosis bakteri

Infeksi vaginosis bakteri membuat area vagina sangat gatal dan disertai dengan keputihan yang berbau. Kondisi ini dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan dan rasa sakit. Ditambah lagi, keluarnya cairan dari vagina Anda juga bisa menyebabkan masalah kulit lain di bawah sana.

4. Vulvitis

Klorin juga memengaruhi area luar vagina. Anda bisa merasakan sensasi terbakar atau gatal pada kulit vulva Anda, jika terlalu sensitif terhadap klorin.

Dokter Kalra merekomendasikan beberapa tip perawatan vagina sebelum dan sesudah berenang untuk menghindari infeksi. Dalam hal ini, ia merekomendasikan agar menggunakan tampon renang yang mencegah air berklorin memasuki vagina saat berenang.

Anda juga harus segera melepaskan pakaian renang Anda setelah berenang dan kenakan pakaian dalam yang bersih serta kering. Keringkan area vagina Anda dengan handuk setelah berenang. Jangan gosok vagina dengan kuat dan jangan menggunakan handuk basah untuk membersihkan vagina setelah berenang.

"Jika ada rasa gatal atau terasa panas di vagina atau di kulit vulva setelah berenang, sebaiknya segera periksa ke dokter. Jangan memulai pengobatan apapun tanpa rekomendasi dokter," tutur dokter Kalra.

BACA SELANJUTNYA

Muncul Benjolan Kecil di Vagina atau Vulva? Waspada 5 Kondisi Berikut