Jum'at, 10 April 2020
Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah : Selasa, 08 Oktober 2019 | 14:30 WIB

Himedik.com - Sebelum janin kembarnya meninggal, Irish Bella sempat mengalami mirror syndrome. Sindrom ini juga menyebabkan Ibel mengalami preeklamsia.

Hal ini diketahui dari penjelasan dokter yang menangani Ibel, Dr. Gatot Abdurrazak, Sp.OG., di Rumah Sakit Harapan Kita. "Jadi Irish datang Jumat (4/10/2019) pagi sudah stage 4 (kondisi bahaya). Janin yang resipien (penerima darah) sudah bengkak jantungnya. Seluruh tubuh bengkak dan pertumbuhannya kecil," ungkap Dr Gatot Abdurrazak dalam konfrensi pers di RS Harapan Kita, Jakarta Barat, Senin (7/10/2019).

Setelah diperiksa, Ibel langsung dipindahkan ke ruang High Dependency Unit (HDU) untuk menyelamatkan kedua janin serta sang ibu.

Namun sayangnya putri kembar Ibel dan Ammar tidak dapat diselamatkan.

Irish Bella hamil anak kembar (Youtube/AishTV)

Mirror syndrome merupakan kondisi ketika janin memiliki kelebihan cairan yang tidak normal dan membuat sang ibu mengalami preeklamsia.

Melansir Very Well Family, biasanya gejala mirror syndrome ini dapat tumpang tindih dengan kondisi lain sehingga pemeriksaan dan diagnosis yang tepat sangat penting.

Selamat, Irish Bella Hamil. [Instagram]

- Pembengkakan parah dan signifikan.
- Tekanan darah tinggi.
- Protein ditemukan di dalam urine.
- Penambahan berat badan yang signifikan dan berlebihan dalam waktu singkat.

Karena kondisi ini termasuk langka, sehingga tidak diketahui penyebab pastinya.

Tetapi mirror syndrome biasanya dipicu oleh hidrops fetalis. Ini adalah kondisi ketika cairan meninggalkan aliran darah dan menumpuk di jaringan janin.

Jenis komplikasi yang menyebabkan hidrops fetalis termasuk infeksi, sindrom genetik, masalah jantung, gangguan metabolisme, dan lainnya.

Dalam beberapa kasus, jika seorang wanita hamil bayi kembar, sindrom transfusi bayi-ke-bayi dapat menyebabkan hidrops fetalis.

Pada akhirnya komplikasi ini dapat menyebabkan preeklamsia pada sang ibu.