himedik.com - Sejak pensiun sebagai kepala Microsoft, Bill Gates telah mengabdikan hidupnya untuk upaya filantropisnya.
Melansir dari mirror, pengusaha itu mendirikan Yayasan Bill dan Melinda Gates bersama istrinya dan telah membantu memerangi penyakit di beberapa bagian termiskin di dunia.
Sekarang dia mengalihkan perhatiannya ke Alzheimer setelah mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa ayahnya menderita penyakit tersebut.
Gates mengungkapkan bahwa ayahnya, William H. Gates, Sr (92) dipengaruhi oleh 'penyakit tragis'.
Miliarder yang percaya bahwa suatu hari ia bisa mengalami penyakit tersebut akan menyumbangkan hampir 2 triliun uangnya untuk memerangi penyakit itu.
Alzheimer, yang dinamakan sesuai nama Dr. Alois Alzheimer, adalah penyakit fisik yang menyebabkan protein menumpuk di otak dan membentuk struktur yang dikenal sebagai plak.
Ini memblokir koneksi yang digunakan sel-sel saraf untuk mengirimkan informasi satu sama lain. Secara bertahap, ini menyebabkan kematian sel-sel saraf dan hilangnya jaringan otak.
Itu juga membatasi bahan kimia penting di dalam otak yang benar-benar membantu mentransmisikan sinyal di sekitar otak.
Hasilnya adalah hilangnya ingatan, kepribadian, dan akhirnya fungsi dasar otak.
Ini akan menjadi penyakit tidak menular pertama yang dihadapi Gates.
Setengah dari jumlah uang itu akan digunakan untuk kemitraan penelitian swasta-publik yang dikenal sebagai Dementia Discovery Fund.
"Saya benar-benar percaya bahwa jika kita mengatur sumber daya yang tepat, itu dapat dipecahkan," kata visioner teknologi itu.
"Saya seorang optimis. Membawa ide-ide baru, itulah yang harus kita lakukan, memiliki obat-obatan yang bagus untuk ini dalam 10 hingga 15 tahun mendatang," kata Gates.
Terkini
-
Daftar Penyebab Kelumpuhan Wajah, Tak Cuma Ramsay Hunt Syndrome yang Pernah Dialami Justin Bieber
-
Bapak-Bapak Wajib Tahu! Cara Angkat Galon yang Aman agar Tak Saraf Kejepit
-
Awas! Sering Nahan Pipis Bisa Bikin Pria Radang Prostat
-
Terlalu Banyak Makan Telur untuk Sarapan Bisa Picu Kanker Prostat, Begini Kata Studi
-
Studi Temukan Mikroplastik di Testis Pria, Berefek ke Penurunan Jumlah Sperma?