Himedik.com - Kucing peliharaan umumnya memiliki kondisi kesehatan yang baik karena sering diperhatikan oleh pemiliknya. Tetapi ada beberapa orang senang mengadopsi kucing liar dari jalanan, yang kondisi kesehatannya belum diketahui.
Kontak dengan kucing, termasuk gigitan dan cakar kucing dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Terutama dari kucing liar.
Jadi, penting bagi Anda untuk memahami risiko infeksi sehingga bisa mengambil tindakan pencegahan sebelum terkena.
Berdasarkan Verywell Health, berikut infeksi pada kucing yang bisa menular ke manusia:
1. Kurap
Kucing bisa terkena kurap (dermatophysis) yang disebabkan oleh jamur. Tanda infeksi ini adalah adanya bercak bersisik di kulit, tetapi biasanya tidak terlihat karena tertutup bulu.
Anak-anak yang memegang kucing yang menderita kurap dapat dengan mudah tertular.
Infeksi jamur ini lebih mungkin terjadi pada anak kucing, kucing tua, atau kucing yang sakit. Kucing dengan bulu panjang atau hidup dengan banyak kucing lainnya juga berisiko tinggi terinfeksi jamur kulit.
2. Salmonella
Kucing dapat menyebarkan bakteri salmonella ke manusia. Gejala infeksi ini pada manusia adalah demam, sakit perut, muntah, hingga diare. Sementara kucing mungkin tidak memiliki gejala salmonella.
Baca Juga:
Ilmuwan Inggris: Manusia Bisa Tularkan Virus Corona Covid-19 ke Kucing
Selain itu, berhati-hati dengan kotoran kucing. Infeksi akibat kontaminasi kotoran kucing dapat menyebabkan diare pada manusia.
3. Toksoplasmosis
Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Infeksi ini umumnya bisa sembuh sendiri. Tetapi terkadang penderitanya akan mengalami gejala seperti flu dan kelenjar yang membengkak.
Pada beberapa orang, infeksi ini dapat menyebabkan penglihatan kabur jangka panjang dan sakit mata.
Apabila ibu hamil terinfeksi parasit ini, maka akan menyebabkan cacat lahir serius. Penyakit ini juga sangat serius bagi orang-orang yang kekebalannya terganggu, dan dapat menyebabkan infeksi otak pada orang-orang yang mengidap AIDS.
Manusia bisa terinfeksi parasit ini jika makan tanpa mencuci tangan setelah membersihkan kotoran kucing atau dari makanan yang tidak dibersihkan atau dimasak matang setelah terkontaminasi kotoran kucing.
Terkini
-
VinFast Ubah Cara Pandang Dunia: Strategi Cerdas Bikin Mobil Listrik Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Pecahkan Kekhawatiran, VinFast Tawarkan Skema Langganan Baterai yang Inovatif dan Ramah Lingkungan
-
VinFast dan Transisi Energi Indonesia: Menjembatani Retorika Hijau dengan Aksi Nyata
-
Target Ambisius Transisi Kendaraan Listrik Indonesia 2030, Infrastruktur Sudah Siapkah?
-
Strategi Berani VinFast: Mengubah Permainan EV di Asia Tenggara, Dimulai dari Indonesia
-
Bisa Orgasme & Ejakulasi setelah Vasektomi? Fakta Penting yang Wajib Pria Ketahui!
-
5 Manfaat Fisioterapi, Tak Cuma Atasi Nyeri & Cedera
-
Jangan Sepelekan! Kurang Tidur Bisa Bikin Otak Lebih Cepat Tua
-
4 Trik Sederhana Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari, Bakar Kalori Tak Harus ke Gym
-
Ciri-Ciri Menstruasi Normal, Bisa Dilihat dari 3 Hal