himedik.com - Saat badan terasa pegal, meregangkan tubuh hingga berbunyi "krek" mungkin bisa menjadi kepuasan tersendiri. Sayangnya jika kebiasaaan ini sering dilakukan malah bisa mengganggu kesehatan.
Melansir dari Healthshots, Dr Rakesh Nair ahli bedah di Rumah Sakit Multispeciality Zen, Mumbai, membuat tulang berbunyi krek dapat berubah menjadi tidak nyaman dan merasa tulang belakang tidak pada tempatnya. Karenanya, penting untuk hati-hati dan memeriksa kebiasaan Anda untuk memecahkan punggung.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peregangan jika sesekali dilakukan akan baik-baik saja dan dapat menghilangkan stres pada tulang belakang.
Suara "krek" yang muncul ini karena tendon dan ligamen yang menggosok sendi dan jika keseringan melakukannya, maka akan menyebabkan keausan sendi.
Berikut adalah tiga alasan utama mengapa Anda harus menghindari peregangan tulang hingga berbunyi krek, antara lain:
1. Hipermobilitas
Aktivitas peregangan ini memindahkan sendi tertentu di luar rentang gerak normal yang disebut hipermobilitas. Otot dan tendon Anda harus berusaha keras untuk menstabilkan punggung dan ini dapat mengundang cedera.
2. Bahayakan tulang rawan
Tulang rawan dapat digambarkan sebagai jaringan ikat yang kuat dan halus di mana terletak di ujung tulang dan tulang belakang Anda. Bagian ini adalah peredam kejut dan mendistribusikan berat pada semua sendi. Meregangkan tulang sampai berbunyi krek bisa memicu merosotnya tulang rawan.
Jika dilakukan secara rutin dan dalam jangka waktu yang lama, aktivitas peregangan yang berlebihan tersebut bisa memicu cedera tulang belakang.
Terkini
-
Dokter Ungkap Fakta tentang Vertigo & Migrain, Ini Perbedaan Mendasarnya
-
Selain Rokok, Ini Biang Kerok Kanker yang Jarang Disadari
-
Atasi Maag dengan Air Tajin: Solusi Alami dr. Zaidul Akbar
-
Tak Harus Telur, Ini Ide Sarapan Tinggi Protein Lain yang Bisa Dicoba
-
Mitos vs Fakta: 6 Kesalahpahaman Tentang Penyakit Ginjal yang Harus Kamu Tahu