Minggu, 11 April 2021
Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana : Sabtu, 03 April 2021 | 19:00 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Himedik.com - Virus corona menginfeksi saluran udara dan paru-paru bagian atas, sistem pencernaan, pembuluh darah, dan ginjal. Namun penelitian baru menunjukkan bahwa virus ini juga menginfeksi area mulut.

Melansir dari Medicinenet, bukti dari virus di area mulut adalah munculnya gejala termasuk kehilangan rasa, mulut kering, dan melepuh. Seiring dengan menjelaskan gejala-gejala tersebut, temuan baru menunjukkan bahwa mulut berperan dalam menularkan virus corona ke paru-paru atau sistem pencernaan melalui air liur yang mengandung virus corona dari sel-sel yang terinfeksi di dalam mulut.

"Ketika air liur yang terinfeksi ditelan atau partikel kecil dihirup, kami pikir itu berpotensi menularkan SARS-CoV-2 lebih jauh ke tenggorokan kita, paru-paru kita atau bahkan usus kita," kata pemimpin studi Kevin Byrd, peneliti di American Dental Association Science and Research Institute. Dia adalah asisten profesor di School of Dentistry di University of North Carolina di Chapel Hill.

Mempelajari lebih lanjut tentang infeksi virus corona di mulut dapat mengarah pada cara-cara baru untuk mengurangi penularan virus di dalam dan di luar tubuh. Penelitian ini telah diterbitkan pada 25 Maret di jurnal Nature Medicine.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti menganalisis jaringan mulut dari pasien Covid-19 yang telah meninggal serta puluhan relawan dengan Covid-19 ringan atau tanpa gejala.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

"Dengan mengungkapkan peran yang berpotensi kurang dihargai untuk rongga mulut pada infeksi SARS-CoV-2, penelitian kami dapat membuka jalan investigasi baru yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang jalannya infeksi dan penyakit," ujar Co-leader studi Blake Warner, asisten penyelidik klinis dan kepala unit gangguan saliva di NIDCR.

Studi ini adalah penelitian kecil, jadi penelitian lebih lanjut dalam kelompok pasien yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan dan menunjukkan dengan tepat bagaimana mulut terlibat dalam infeksi dan penularan SARS-CoV-2 di dalam dan di luar tubuh.

BACA SELANJUTNYA

Efek Samping Vaksin Covid-19, Apa Pemicunya?