Himedik.com - Meminum obat tanpa resep dengan tujuan rekreasi atau hiburan semata merupakan jenis bentuk penyalahgunaan. Kebanyakan penyalahgunaan obat dilakukan pada obat-obatan yang memicu euforia, membuat relaks sementara, hingga membuat ketagihan atau ketergantungan (adiktif).
Melansir dari Healthgrades, berikut beberapa obat-obatan yang paling sering disalahgunakan dan memicu adiktif, antara lain:
1. Amfetamin
Amfetamin adalah obat resep yang paling sering disalahgunakan. Obat ini adalah stimulan yang diresepkan dokter untuk mengobati gangguan attention-deficit / hyperactivity (ADHD) dan narkolepsi.
Menyalahgunakan atau menyalahgunakan obat ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kejang, serangan jantung, stroke, paranoia, agresivitas, dan halusinasi.
2. Vicodin
Vicodin adalah obat nyeri opioid dan salah satu obat resep yang paling banyak disalahgunakan. Menyalahgunakan obat ini dapat menyebabkan efek samping berlebihan seperti kantuk, pusing dan mual, serta kebingungan, tekanan darah rendah, pingsan, koma, bahkan kematian.
3. Obat Batuk
Resep obat batuk sering mengandung opioid, seperti kodein dan antihistamin yang kuat untuk membantu meredakan batuk. Seperti Vicodin, menyalahgunakan produk ini memengaruhi sistem saraf pusat.
Obat batuk yang dijual bebas juga dapat menyebabkan masalah karena sering mengandung obat perangsang dekstrometorfan. Mengonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah, mual, muntah, pusing, bicara cadel, dan paranoia.
Baca Juga:
Waspada, 4 Asupan yang Biasa Dikonsumsi Berikut Malah Bisa Merusak Hati
4. Benzodiazepin
Benzodiazepin adalah depresan sistem saraf pusat yang memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf. Obat ini termasuk dalam kategori obat penenang atau obat penenang ringan.
Dokter meresepkannya untuk mengobati insomnia, kecemasan, dan serangan panik. Menyalahgunakannya dapat menyebabkan kebingungan, pusing, gangguan koordinasi dan memori, dan tekanan darah rendah.
5. Barbiturat
Barbiturat adalah jenis lain dari depresan sistem saraf pusat. Obat ini juga merupakan jenis obat penenang. Obat ini mungkin diresepkan untuk kejang, kecemasan dan insomnia.
Selain memiliki risiko yang sama seperti benzodiazepin saat disalahgunakan, barbiturat juga dapat menyebabkan demam dan mengancam jiwa.
6. Oxycontin
Oxycontin adalah bentuk pelepasan lambat dari obat narkotik oksikodon yang juga merupakan opioid. Dokter biasanya meresepkannya obat ini untuk nyeri kronis karena berlangsung berjam-jam. Oxycontin sangat adiktif dan sangat sering disalahgunakan.
Berita Terkait
Terkini
-
VinFast Ubah Cara Pandang Dunia: Strategi Cerdas Bikin Mobil Listrik Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Pecahkan Kekhawatiran, VinFast Tawarkan Skema Langganan Baterai yang Inovatif dan Ramah Lingkungan
-
VinFast dan Transisi Energi Indonesia: Menjembatani Retorika Hijau dengan Aksi Nyata
-
Target Ambisius Transisi Kendaraan Listrik Indonesia 2030, Infrastruktur Sudah Siapkah?
-
Strategi Berani VinFast: Mengubah Permainan EV di Asia Tenggara, Dimulai dari Indonesia
-
Bisa Orgasme & Ejakulasi setelah Vasektomi? Fakta Penting yang Wajib Pria Ketahui!
-
5 Manfaat Fisioterapi, Tak Cuma Atasi Nyeri & Cedera
-
Jangan Sepelekan! Kurang Tidur Bisa Bikin Otak Lebih Cepat Tua
-
4 Trik Sederhana Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari, Bakar Kalori Tak Harus ke Gym
-
Ciri-Ciri Menstruasi Normal, Bisa Dilihat dari 3 Hal