Minggu, 17 Januari 2021
Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni : Senin, 16 November 2020 | 13:00 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Himedik.com - Proses penelitian telah membuktikan vaksin Pfizer terbukti mampu melindungi atau mencegah orang tertular virus corona Covid-19 sebesar 90 persen.

Tapi, vaksin virus corona ini masih harus melalui beberapa proses pengembangan, sebelum akhirnya tersedia dalam jumlah banyak dan distribusikan ke masyarakat umum.

Rintangan yang harus dilalui termasuk berbagai uji coba keamanan dan pengaruh vaksin Pfizer pada orang yang menerimanya.

Para ahli dari Universitas Johns Hopkins di Baltimore, salah satu lembaga peneliti medis terkemuka dunia, mengatakan data khusus penggunaan vaksin Pfizer pada wanita hamil akan segera rilis.

Ruth Karron, Ruth Faden dan Carleigh Krubiner, pemimpin Penelitian Etika Kehamilan untuk vaksin, epidemi dan teknologi baru ini pun telah menjelaskan arti vaksin virus bagi wanita hamil.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

"Ketika vaksin virus pertama tersedia, kecil kemungkinannya akan ada bukti keberhasilan percobaan pada wanita hamil," jelas mereka dikutip dari Express.

Mereka memiliki beberapa wawasan mengenai keterkaitan wanita hamil dalam uji coba kemanjuran vaksin virus corona. Tapi, mereka mengatakan masih kecil kemungkinannya wanita hamil menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin.

Para peneliti menambahkan, mereka yang memutuskan pemberian vaksin harus mempertimbangkan risiko vaksinasi dan tidak. Namun, ini akhirnya juga tergantung pada gambaran para ahli kesehatan.

"Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah kami akan memiliki lebih banyak data tentang efek virus corona bagi pada kehamilan di awal 2021," jelasnya.

Bukti tersebut dianggap penting karena bisa memberi tahu peneliti dan para ahli mengenai risikonya. Jika virus menimbulkan risiko besar bagi wanita hamil, maka kemungkinan wanita hamil akan menjadi kelompok pertama yang akan menerima vaksin.

"Pengambil keputusan harus selalu mempertimbangkan risiko vaksinasi dibandingkan dengan risiko tidak divaksinasi terhadap penyakit yang bisa menyebabkan bahaya serius," jelasnya.

Para peneliti pun berharap segera mendapatkan gambaran jelas mengenai vaksin ini di awal tahun depan. Mengingat vaksin belum selesai uji coba dan berbagai sertifikasi, jadi belum tahu seberapa aman vaksin virus corona ini pada ibu hamil.

Peneliti ingin memastikan vaksin virus corona ini aman untuk ibu hamil, seperti vaksin lainnya. Vaksin batuk rejan dan flu termasuk vaksin yang aman dan memberi perlindungan pada ibu hamil.

 

BACA SELANJUTNYA

Wanita Lebih Berisiko Tinggi Meninggal akibat Strain Baru Virus Corona