Selasa, 01 Desember 2020
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah : Kamis, 15 Oktober 2020 | 17:00 WIB

Himedik.com - Selama pandemi virus corona Covid-19 ini, masker adalah salah satu 'tameng' kita dalam memeranginya. Pakar kesehatan merekomendasikan kita untuk selalu memakai masker, terutama saat di dalam ruangan dan tempat dengan banyak orang.

Mereka mengatakan bahwa masker kain dapat menjebak tetesan pernapasan yang dilepaskan orang lain saat berbicara, batuk atau bersin.

Namun, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa masker kain mungkin akan efektif dalam mencegah Covid-19 jika dicuci setiap hari pada suhu tinggi.

Dalam penelitian yang terbit di jurnal BMJ Open, Profesor Raina MacIntyre dari Universitas New South Wales di Australia menyatakan bahwa masker kain dan masker bedah harus dianggap 'terkontaminasi' setelah digunakan.

"Sementara masker bedah dibuang setelah digunakan, masker kain digunakan kembali selama beberapa hari berturut-turut, dan ini meningkatkan risiko kontaminasi," tambah Maclntyre.

Ilustrasi mencuci masker kain. (Shutterstock)

Dilansir The Health Site, peneliti sampai pada kesimpulan ini setelah mereka menganalisis data dari uji coba terkontrol secara acak (RCT) yang terbit pada 2015.

Mereka mengklaim RCT tersebut satu-satunya berisi tentang manfaat masker kain dalam mencegah infeksi virus.

Karena penelitian dilakukan lebih dari lima tahun lalu, analisisnya mencakup virus pernapasan umum, seperti influenza, rhinovirus, dan virus corona musiman, tetapi bukan SARS-CoV-2.

Untuk penelitian tersebut, tim mengumpulkan data apakah petugas kesehatan mencuci masker setiap hari, dan jika ya, bagaimana mereka mencuci maskernya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk mencuci masker menggunakan mesin cuci dan dengan air panas bersuhu 60 derajat Celcius, serta dengan detergen.

Maclntyre mengatakan hasil analisis mereka juga mendukung rekomendasi ini.

Para peneliti menyimpulkan masker kain memang berfungsi, tetapi setelah dipakai, masker perlu dicuci dengan benar sebelum dipakai lagi. Jika tidak, masker tidak akan efektif.

BACA SELANJUTNYA

Makan di Restoran dan Pergi ke Mall, Mana yang Lebih Berisiko saat Pandemi?