Selasa, 01 Desember 2020
Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni : Rabu, 14 Oktober 2020 | 11:00 WIB

Himedik.com - Vaksin flu musim dingin bisa menjati senjata baru untuk melawan dan melindungi orang dari ancaman virus corona Covid-19 yang mematikan.

Sebuah penelitian baru menunjukkan vaksin flu bisa meningkatkan sistem kekebalan untuk menghancurkan virus corona Covid-19, sehingga berpotensi untuk mengurangi kematian akibat virus tersebut lebih dari sepertiga.

Penelitian Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi flu dan virus corona selama gelombang pertama, antara Januari dan April 2020 lebih berisiko mengalami kondisi parah dan meninggal dunia.

Studi PHE dilansir dari The Sun, menyatakan bahwa kemungkinan kematian pasien virus corona menjadi dua kali lipat jika mereka terkena flu pada waktu bersamaan.

Temuan tersebut mendorong 3 tenaga medis senior di Inggris, Dr Yvonne Doyle, Profesor Jonathan Van-Tam dan Dr Nikita Kanani untuk mendesak semua orang memenuhi syarat mendapatkan vaksinasi flu.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Vaksin flu gratis sekarang ini ditawarkan kepada 30 juta orang Inggris sebagai bagian dari program vaksinasi NHS terbesar sepanjang sejarah.

Namun, vaksin itu dilaporkan telah habis di seluruh Inggris yang memicu kekhawatiran para lansia. Sedangkan, Royal College of General Practitioners (RCGP) mengatakan penting bagi mereka yang paling rentan terhadap flu untuk divaksinasi pada akhir November 2020.

"Menekan flu membantu memerangi virus corona Covid-19 dengan mengurangi jumlah orang dengan gejala mirip virus corona Covid-19 yang perlu diisolasi dan diuji dengan mengurangi keparahan penyakit tersebut," jelas Dan Greg Clark, ketua komite sains Commons.

The World Economic Forum telah mengatakan bahwa influenza dan virus corona Covid-19 adalah penyakit yang mudah menyebar, terutama melalui jalur pernapasan.

Saat cuaca dingin, orang-orang akan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan yang membuat ancaman penularan kedua virus akan meningkat.

Tapi, dua penelitian besar terhadap 100 ribu orang di Italia dan Brasil berhasil menemukan bahwa peningkatan jumlah suntikan flu menyebabkan penurunan signifikan pada pasien yang membutuhkan perawatan intensif meskipun ada pandemi virus corona.

Saat kurang dari 30 persen pasien divaksin flu, angka kematian akibat virus corona sekitar 150 per 100 ribu orang. Setelah 70 persen pasien divaksin, jumlah kematiannya pun menurun kurang dari 10 per 100 ribu orang.

Berdasarkan temuan itu, para peneliti di Universitas Milan di Italia dan Universitas Sao Paulo di Brasil, mendesak semua pemerintah melakukan program vaksinasi flu untuk melindungi masyarakat selama pandemi.

BACA SELANJUTNYA

Virus Corona Bisa Sebabkan Sakit Kepala, Begini Ciri dan Lokasinya!