Kamis, 28 Mei 2020
Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah : Sabtu, 26 Oktober 2019 | 20:00 WIB

Himedik.com - Stres dapat memengaruhi kondisi kesehatan dalam beberapa cara, mulai dari membuat sulit tidur hingga terjadinya perubahan nafsu makan.

Tingkat stres juga berdampak serius pada kulit dengan memperburuk kondisinya, seperti eksim atau rosacea. Kondisi ini tentu bakal menyebabkan efek samping, misalnya keringat berlebih atau kerontokan rambut.

Sebagai informasi, hubungan antara kulit dan stres memang ada dan itu dipelajari oleh psikodermatologi.

Berdasarkan Marissa Garshick, MD, seperti melansir dari Insider, berikut cara stres memengaruhi kulit.

1. Jerawat

Sudah bukan rahasia lagi jika jerawat merupakan salah satu tanda seseorang mengalami stres. "Sangat umum bagi orang untuk mengalami berjerawat ketika stres," jelas Garshick.

Menurutnya, itu semua karena perubahan hormon yang dialami tubuh kita selama masa-masa stres.

"Tubuh Anda melepaskan hormon stres termasuk kortisol yang bisa meningkatkan produksi minyak kulit, membuat Anda cenderung berjerawat," sambungnya.

Tubuh gatal dan dipenuhi ruam merah (Shutterstock)

"Beberapa orang dengan eksim mungkin mendapati kondisi mereka mulai kambuh atau memburuk dengan meningkatnya stres. Begitu eksim aktif pada kulit, hal itu bisa menyebabkan lebih banyak stres karena menimbulkan gatal dan tidak nyaman bagi pasien. Ini karena stres dapat meningkatkan peradangan yang dapat memicu flare eksim," jelas Garshick.

Ia menambahkan, kulit kering juga lebih rentan terhadap eksim. Oleh karenanya, ia menyarankan untuk menjaga kulit tetap lembap.

Ilustrasi gatal - (Shutterstock)

"Seringkali saat stres, kita selalu buruk dalam merawat diri. (Seperti) tidur, menjaga tubuh terhidrasi atau makan teratur, semua itu bisa memperburuk lingkaran hitam di bawah mata," tutur Garshick.

4. Kulit lebih kusam

"Saat stres, kita sering lupa merawat kulit kita atau menggunakan lotion. Akibatnya, kulit bisa terlihat pucat dan kusam," lanjutnya.