Minggu, 31 Mei 2020
Vika Widiastuti : Senin, 08 April 2019 | 09:00 WIB

Himedik.com - Di China, pengobatan alternatif menggunakan sengatan lebah adalah hal lazim dilakukan. Namun, bagaimana dengan yang dilakukan oleh pasutri ini. 

Pasutri itu dilaporkan ingin membuka klinik pengobatan alternatif dengan sengatan lebah, tetapi mereka mengembangbiakan lebah di apartemen. 

Dilansir Oddity Central, pasangan suami istri yang tak disebutkan namanya jadi perhatian polisi setelah membuka peternakan lebah di apartemen.

Keduanya memelihara lebah sejak setahun lalu dengan memasang sarang lebah kecil di apartemen tempat mereka tinggal.

Pasangan suami istri tersebut berniat menjalankan pengobatan alternatif berbasis sengatan lebah yang dipercaya dapat membantu meringankan masalah kesehatan seperti rheumatoid arthritis.

Tapi serangga tersebut terus berkembang biak dan jumlahnya membengkak menjadi sekitar 10.000 ekor lebih. Akibatnya, banyak tetangga pasangan suami istri tersebut yang merasa terganggu.

Kata para tetangga, lebah kerap bertebrangan di luar jendela dan mengotori pakaian yang tengah dijemur di luar.

Kondisi tersebut membuat pihak manajemen properti protes dan meminta keduanya memindahkan serangga-serangga tersebut.

Tapi keduanya menolak hingga pada akhirnya 29 Maret 2019 lalu, polisi datang untuk memperbaiki keadaan.

Ilustrasi peternakan lebah. (Shutterstock)

Awalnya, pasangan itu menganggap lebah sebagai hewan peliharaan, tapi mereka akhirnya setuju untuk memindahkan lebah keluar dari apartemen setelah diancam dengan denda antara 200 sampai 500 yuan.

Menjadi pemberitaan di China, pasangan ini kemudian mendapat kritikan tajam di media sosial. Sebagian besar pengguna medsos menuduh keduanya egois dan tidak peduli sesama karena mengabaikan keselamatan tetangga mereka.

"Anda bahkan dapat memelihara dinosaurus jika Anda mau, tetapi hanya dengan syarat Anda tidak memengaruhi orang lain," komentar satu orang warganet. (Suara.com/Risna Halidi)