Himedik.com - Pernah perhatikan perubahan yang terjadi pada feses saat BAB? Perubahan ukuran, warna serta jumlah bisa memberikan kamu sinyal terkait apa saja yang baru kamu makan.
Kadang-kadang kamu mungkin memerhatikan adanya busa pada feses. Selain karena makanan, ini bisa berarti kamu memiliki kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.
Sebenarnya apa yang menyebabkan feses berbusa?
Dari healthline, kotoran tampak berbusa jika adanya kadar lemak atau lendir yang terlalu banyak. Di sisi lain, lendir juga membantu melindungi usus sehingga membantu proses BAB dengan lancar.
Lemak yang terlalu banyak bisa mengindikasikan gejala kondisi kesehatan tertentu. Malabsorpsi lemak dapat menyebabkan steatorrhea, yang berarti ada terlalu banyak lemak dalam feses.
Ini membuat lemak tidak terserap atau tidak dicerna dengan benar. Beberapa gejala malabsorpsi lemak meliputi feses berwarna tanah liat, berukuran besar serta berbau busuk.
Penyebab steatorrhea meliputi, penggunaan obat diet tertentu, pankreatitis dan kista fibrosis.
Jika gejala tersebut sering kamu alami, beberapa kondisi kesehatan ini mungkin menjadi penyebabnya.
1. Penyakit seliak
Penyakit seliak adalah gangguan sistem kekebalan tubuh. Ketika orang-orang dengan penyakit seliak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi dan merusak lapisan usus kecil.
Baca Juga:
Cari Tahu Manfaat Alpukat, Universitas Ini Lakukan Penelitian
Hal ini juga dapat menyebabkan malabsorpsi lemak dan menyebabkan feses berbusa. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum, rye, dan barley. Penyakit seliak biasanya didiagnosis dengan tes darah dan sampel feses.
Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang kronis.
2. Sindrom usus yang teriritasi
Gangguan ini tidak ada hubungannya dengan kelainan usus, namun usus tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita.
Beberapa gejalanya meliputi kram dan nyeri, diare atau sembelit, kembung, kelelahan, serta adanya lendir putih pada feses.
Batasi makanan seperti kubis, minuman berkarbonasi dan kacang-kacangan, karena deretan makanan ini bisa jadi penyebabnya.
3. Demam berang-berang
Air yang terkontaminasi, makan makanan yang dicuci dengan air yang terkontaminasi serta berenang di air yang terkontaminasi merupakan penyebab utama kondisi ini.
Gejalanya meliputi keram perut, diare yang berbau busuk, mual, demam dan sakit kepala. Demam ini biasanya akan hilang tanpa perawatan sekitar dua minggu.
4. Pankreatitis
Pankreatitis adalah peradangan pankreas. Pankreas adalah kelenjar yang merupakan bagian dari sistem pencernaan.
Orang yang berusia antara 30 dan 40 tahun berisiko lebih tinggi mengalami pankreatitis akut dan kronis dan keduanya lebih sering terjadi pada pria.
Gejalanya meliputi mual, muntah, diare, sakit di perut bagian atas dan diabetes.
Biasanya kondisi feses berbusa akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun jika terus berlanjut dan disertai dengan lendir atau darah, segera temui dokter.
Terkini
-
VinFast Ubah Cara Pandang Dunia: Strategi Cerdas Bikin Mobil Listrik Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Pecahkan Kekhawatiran, VinFast Tawarkan Skema Langganan Baterai yang Inovatif dan Ramah Lingkungan
-
VinFast dan Transisi Energi Indonesia: Menjembatani Retorika Hijau dengan Aksi Nyata
-
Target Ambisius Transisi Kendaraan Listrik Indonesia 2030, Infrastruktur Sudah Siapkah?
-
Strategi Berani VinFast: Mengubah Permainan EV di Asia Tenggara, Dimulai dari Indonesia
-
Bisa Orgasme & Ejakulasi setelah Vasektomi? Fakta Penting yang Wajib Pria Ketahui!
-
5 Manfaat Fisioterapi, Tak Cuma Atasi Nyeri & Cedera
-
Jangan Sepelekan! Kurang Tidur Bisa Bikin Otak Lebih Cepat Tua
-
4 Trik Sederhana Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari, Bakar Kalori Tak Harus ke Gym
-
Ciri-Ciri Menstruasi Normal, Bisa Dilihat dari 3 Hal