himedik.com - Ciuman cupang dikenal juga dengan istilah love bite atau hickeys. Ciuman ini merupakan satu dari sekian banyak jenis ciuman yang bisa mendatangkan bahaya.
Ciuman cupang biasanya dilakukan sambil menyedot bahkan menggigit bagian yang dicium dengan kuat yang pada akhirnya menimbulkan bekas.
Tak jarang, ciuman ini juga bisa menimbulkan bekas merah bahkan kebiruan. Ciuman ini biasanya terjadi di leher, dada dan paha bagian dalam.
Tepat di bawah permukaan kulit terdapat banyak sel-sel darah kapiler dan ketika seseorang memberimu gigitan ekstrim ini, maka kapiler atau sel-sel darah kecil ini pecah yang akhirnya timbul bekas seperti memar.
Cupang biasanya bertahan selama beberapa minggu. Berikut beberapa bahaya ciuman cupang, dilansir dari bustle.
1. Menyebarkan virus herpes
Jika pasangan memiliki herpes pada bagian mulut, maka virus ini bisa saja terjangkit. Seseorang dengan herpes mulut sebaiknya tidak boleh terlibat dalam kontak seksual dalam bentuk apa pun.
2. Stroke ringan
Beberapa kasus dengan ciuman cupang terjadi dan mengakibatkan stroke ringan.
Satu di antaranya seperti dilansir Daily Mirror, seorang wanita, Maori (44) mengalami stroke ringan akibat menerima ciuman cupang dari kekasihnya. Gigitan ini dekat arteri utama yang menyebabkan darah menggumpal sehingga ia mengalami stroke.
3. Meninggal
Julio Marcias Gonzales (17) setelah mendapat ciuman cupang dari kekasihnya, ia mengalami kejang-kejang yang akhirnya meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.
Ini akibat darah mengalami pembekuan sehingga aliran darah ke otak tak berjalan.
Meski terbawa suasana, sebaiknya jangan melakukan ciuman cupang pada pasangan ya. Nggak mau kan ada hal buruk yang menimpanya?
Terkini
-
Dokter Ungkap Fakta tentang Vertigo & Migrain, Ini Perbedaan Mendasarnya
-
Selain Rokok, Ini Biang Kerok Kanker yang Jarang Disadari
-
Atasi Maag dengan Air Tajin: Solusi Alami dr. Zaidul Akbar
-
Tak Harus Telur, Ini Ide Sarapan Tinggi Protein Lain yang Bisa Dicoba
-
Mitos vs Fakta: 6 Kesalahpahaman Tentang Penyakit Ginjal yang Harus Kamu Tahu