Selasa, 01 Desember 2020
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah : Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:00 WIB

Himedik.com - Bersama aplikasi kesehatan mental Riliv, Komunitas Anti Bullying Sudah Dong, dan komunitas parenting Moms Sweet Moms, Instagram mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah pandemi Covid-19 bertajuk #REALTALK.

Menurut data hasil kampanye, ada kenaikan jumlah pengguna aplikasi Riliv sebanyak 50 persen, menyusul peluncuran #REALTALK pada Mei lalu.

Kepala Kebijakan Publik Instagram Asia Pasifik, Philip Chua, mengatakan bahwa Instagram juga menemukan adanya lima isu terkait kesehatan mental yang sering dialami remaja.

"Seperti insecure, kesulitan untuk berbicara mengenai kesehatan mental kepada orang tua, malu dengan kondisi mental yang mereka alami, kecemasan dan perundungan," jelas Philip, dalam Konferensi Pers Virtual bertajuk 'Gandeng Mom Sweet Moms, Instagram Ajak Orangtua Turut Memerangi Stigma Seputar Kesehatan Mental', Selasa (27/20/2020).

Menurutnya, data tersebut membuat Instagram terdorong untuk melanjutkan upaya dalam mematahkan stigma negatif tentang kesehatan mental.

Ilustrasi Instagram. [Solen Feyissa/Unsplash]

Philip percaya bahwa orangtua memiliki peran penting dalam membantu mematahkan stigma buruk tersebut di kalangan remaja.

"Melalui fase lanjutan kampanye #REALTALK, kami ingin mengajak para orang tua untuk lebih memahami serta mendukung kondisi kesehatan mental anak remaja mereka terutama di masa-masa sulit ini," lanjutnya.

Berikut beberapa kegiatan yang akan diluncurkan oleh Instagram melalui kampanye #REALTALK:

- Bekerja sama dengan Mom Sweet Moms dan Riliv untuk membuat tiga seri IGTV untuk meningkaykan kesadaran dan pemahaman orangtua tentang isu kesehatan mental dalam keluarga agar anak remaja terdorong untuk mencari pertolongan.

- Kerja sama dengan Sudah Dong untuk mengadakan penyuluhan anti-bullying secara virtual di beberapa sekolah serta menyebarkan booklet #REALTALK di kalangan anak muda.

- Instagram meluncurkan pembaruan Panduan Instagram untuk orangtua dengan menambahkan lebih banyak informasi mengenai fitur-fitur keamanan platform tersebut, tips membangun percakapan dengan anak seputar kesehatan mental, dan memahami pentingnya membatasi waktu yang dihabiskan oleh anak dalam mengakses platform online.

“Bersama Instagram, kami akan terus meningkatkan kesadaran anak muda mengenai bahaya perundungan
terhadap kesehatan mental guna mencegah peningkatan kasus, baik yang terjadi secara offline maupun online," tandas Volunteer Komunitas Sudah Dong, Fabelyn Baby Walean.

BACA SELANJUTNYA

Waspada, Terlalu Fokus Menyenangkan Orang Lain Bisa Memicu Masalah Mental