Jum'at, 10 April 2020
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah : Senin, 23 Desember 2019 | 19:00 WIB

Himedik.com - Menurut data, diperkirakan 3500 bayi meninggal ketika mereka tertidur, atau dapat disebut dengan sindrom kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Tidak heran jika orangtua menjadi lebih protektif dan membuat pilihan teraman untuk bayi ketika mereka tidur. Misalnya, mencari tahu kapan bayi diperbolehkan tidur tengkurap.

Menurut Charles I. Shubin, MD , FAAP, seorang dokter anak dari Mercy Family Care Physicians, saat yang tepat untuk menengkurapkan bayi adalah ketika mereka sudah bisa membalik tubuhnya sendiri.

Bayi akan mulai bisa membalikkan tubuhnya sendiri pada usia sekitar empat hingga enam bulan. Ini menandai bahwa otot kaki, lengan, dan lehernya semakin kuat.

Oleh karena itu, mereka akan bisa menempatkan diri kembali ke posisi tidur yang aman, bahkan saat mereka tengkurap. Jadi, orang dewasa tidak perlu mengembalikan mereka ke posisi telentang.

Ilustrasi Bayi. (Shutterstock)

Cara lain untuk memperkuat otot leher dan bahunya adalah saat mereka bermain dalam posisi tengkurap untuk beberapa waktu. Namun, jangan pernah meninggalkan bayi dalam keadaan ini sendiri tanpa pengawasan.

"Ketika mereka mendapatkan kontrol kepala yang lebih baik, mereka dapat menggerakkan kepala mereka," tutur Dr Shubin, melansir Insider.

Karena itu, kemungkinan orangtua akan memerhatikan mereka lebih suka tidur tengkurap. Tetapi, jangan terlalu sering membuat mereka tidur dalam posisi ini sampai usia satu tahun.

"Risiko SIDS berkurang pada usia satu tahun, jadi setelah itu, boleh saja bayi tidur tengkurap," kata Gina Posner, MD, dokter anak di MemorialCare Orange Coast Medical Center.

"Pada usia ini, bayi biasanya memiliki kontrol kepala yang baik dan cukup dapat menggerakkan kepalanya sehingga mereka tidak mati lemas," lanjutnya.