Jum'at, 26 April 2024
Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni : Selasa, 24 September 2019 | 17:00 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Himedik.com - Bencana kabut asap yang terjadi di Riau akibat kebakaran hutan terus menyebar di sejumlah daerah hingga negara tetangga, Malaysia. Penggunaan masker yang aman, seperti masker N95 pun semakin digemborkan.

Orang-orang yang terdampak kabut asap juga sempat disarankan menggunakan masker N95 yang dianggap bisa melindungi pernapasan.

Tetapi, seorang dokter spesialis anak justru tidak menyarankan penggunakan masker N95 ini pada anak-anak. Dokter Natalie Epton, dokter spesialis anak ini menyarankan orang tua di Singapura agar tak memberikan masker N95.

"Saat ini tidak ada ahli yang menyetujui penggunaan masker N95 pada anak-anak," katanya, dikutip dari World of Buzz.

Menurutnya, masker N95 justru memliki efek buruk untuk pernapasan anak-anak. Mereka lebih mungkin kesulitan bernapas saat menggunakan masker, apalagi jika pernapasannya sudah terganggu akibat kabut asap.

Masker N95 [shutterstock]

Sementara ini, masker N95 hanya disarankan untuk orang dewasa dan remaja. Sedangkan penggunaan masker N95 pada anak-anak, tergantung pada bentuk wajah dan ukurannya.

Di sisi lain, penggunaan masker bedah pada anak-anak juga kurang membantu melindungi pernapasan dari kabut asap.

Kementerian Pendidikan Singapura juga telah mengakui bahwa penggunaan masker N95 untuk anak-anak belum memenuhi standarisasi internasional.

Dalam kasus ini, sejumlah sekolah di Singapura pun menyiasatinya dengan menggunakan alat pembersih udara di dalam ruang kelar. Pembersih udara tersebut digunakan ketika kualitas udara mencapai kisaran sangat tidak sehat.

"Karena itu, masker tidak diperlukan. Apalagi di ruang tertutup yang sudah dilengkapi pembersih udara," jelasnya.

BACA SELANJUTNYA

Studi: Masker N95 Bekas Masih Bisa Melindungi Dokter dari Virus Corona