Jum'at, 10 April 2020
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah : Sabtu, 15 Februari 2020 | 19:00 WIB

Himedik.com - Beberapa waktu yang lalu, kematian seorang dokter China berusia 51 tahun memicu kemarahan publik. Hal itu terjadi setelah sekretaris Partai Komunis China Jiangsu menyebut dokter tersebut sebagai 'seorang teladan bagi petugas medis lainnya'.

Dokter tersebut diketahui meninggal karena kelelahan setelah bekerja tanpa henti selama 18 hari.

Dalam pernyataan lain yang dirilis pada Senin (12/2/2020), mendiang dokter tersebut dipuji lantaran dianggap telah memimpin dengan memberi contoh karena bagaimana ia mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk pekerjaan, kata sang sekretaris partai.

Dilansir World of Buzz, dokter yang meninggal pada 7 Februari dan bernama Xu Hui tersebut merupakan wakil direktur Nanjing Hospital of Traditional Chinese Medicine.

Penyataan sang sekretaris itu pun memicu kemarahan di antara warganet dan mereka mengungkapkannya melalui cuitan di Twitter.

"Bukan, bukan seorang panutan. Dr Xu Hui jelas harus dipuji atas pengorbanannya, tetapi bekerja 18 hari berturut-turut bukanlah penutan," cuit salah seorang penulis Jiayang Fan.

Dokter yang meninggal akibat kelelahan merawat pasien virus corona (Twitter/Jiayang Fan)

"Jadi panutan adalah dengan meninggal? Anda akan kehilangan semua petugas medis dengan sangat cepat."

"Aku mengagumi dedikasinya tetapi aku berharap dia bekerja di lingkungan di mana karyawan dijaga juga. Mereka akan memiliki kesempatan yang lebih untuk hidup sehat untuk merawat lebih banyak orang," cuit warganet lainnya.

"Panutan? Apa kau bercanda? Dia bisa saja hidup untuk menyelamatkan banyak orang," kata warganet lain.

Bahkan warganet di Weibo menolak untuk tetap diam tentang kematian Xu, “mereka (pekerja medis) adalah manusia, bukan mesin. Mereka kelelahan."