Himedik.com - Kanker serviks telah menjadi ancaman bagi semua wanita saat ini. Kanker ini sering dicap sebagai silent killer dikarenakan penyakit ini tak memiliki tanda-tanda awal.
Melansir dari mirror, Julie O'Connor (49) seorang ibu dua anak meninggal setelah mengidap kanker serviks.
Julie yang merupakan seorang perawat meninggal minggu lalu setelah dokter gagal mendiagnosisnya selama tiga tahun.
Menurut data terbaru, lebih dari 3000 wanita menderita kanker serviks setiap tahun dan itu adalah kanker yang paling umum terjadi pada wanita di bawah 35 tahun.
Namun, data ini juga menunjukkan wanita 20an juga telah melakukan tes skrining untuk penyakit ini. Ini berarti, kanker serviks bisa dikatakan mengancam wanita dimulai dari usia 20an.
Penyakit ini tentu bisa dicegah jika semua wanita memenuhi syarat melakukan skrining untuk melihat sel-sel abnormal.
Vaksinasi terhadap HPV, virus umum yang ditularkan selama kontak seksual, juga bisa mengurangi risiko seseorang.
Penting bahwa kita harus mewaspadai tanda-tanda peringatan dini, seperti pendarahan yang tidak normal dan nyeri punggung bawah.
Penyakit ini memengaruhi leher rahim, pintu masuk rahim dari vagina, dan beberapa wanita tidak mengalami gejala pada tahap awal.
Kate Sanger, dari Jo's Cervical Cancer Trust, mengatakan, "Tanda-tanda ini dapat dikaitkan dengan banyak hal lain yang bukan kanker dan kemungkinan ini tidak perlu dikhawatirkan.
Baca Juga:
WHO Bantu Program Kampanye Musnahkan Kanker Serviks di Dunia
“Kuncinya adalah menyadari apa itu dan memeriksanya, bukan mengabaikannya. Perubahan pada kesehatan serviks jauh lebih sulit dilihat daripada pada bagian tubuh lain, seperti mata."
Berikut lima tanda yang harus ditindaklanjuti:
1. Pendarahan tidak normal. Ini berarti antara periode atau selama dan setelah berhubungan seks.
2. Keputihan yang tidak biasa dalam hal bau,
warna atau jumlah.
3. Peningkatan perdarahan menstruasi atau perdarahan pasca-menopause.
4. Nyeri punggung bagian bawah.
5. Nyeri saat berhubungan intim.
Gejala kanker serviks jika sudah memasuki tahap lanjut:
1. Buang air kecil lebih sering
2. Darah di urin
3. Diare
4. Pembengkakan anggota tubuh bagian bawah
Terkini
-
VinFast Ubah Cara Pandang Dunia: Strategi Cerdas Bikin Mobil Listrik Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Pecahkan Kekhawatiran, VinFast Tawarkan Skema Langganan Baterai yang Inovatif dan Ramah Lingkungan
-
VinFast dan Transisi Energi Indonesia: Menjembatani Retorika Hijau dengan Aksi Nyata
-
Target Ambisius Transisi Kendaraan Listrik Indonesia 2030, Infrastruktur Sudah Siapkah?
-
Strategi Berani VinFast: Mengubah Permainan EV di Asia Tenggara, Dimulai dari Indonesia
-
Bisa Orgasme & Ejakulasi setelah Vasektomi? Fakta Penting yang Wajib Pria Ketahui!
-
5 Manfaat Fisioterapi, Tak Cuma Atasi Nyeri & Cedera
-
Jangan Sepelekan! Kurang Tidur Bisa Bikin Otak Lebih Cepat Tua
-
4 Trik Sederhana Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari, Bakar Kalori Tak Harus ke Gym
-
Ciri-Ciri Menstruasi Normal, Bisa Dilihat dari 3 Hal