Himedik.com - Akhir tahun 2018 lalu, presenter Ananda Omesh harus berhenti sejenak dari profesinya karena mengalami vocal abuse atau cedera pita suara. Kondisi tersebut berkaitan dengan profesi Omesh yang lebih banyak berbicara di depan publik dengan gejala tertentu.
Kini, Omesh sudah bisa berbicara normal lagi setelah menjalani beberapa bulan pengobatan. Ia pun berbagi pengalamannya terkena cedera pita suara hingga harus berhenti bekerja.
Omesh mengatakan, penyebab dirinya mengalami cedera pita suara karena penggunaan suara yang berlebihan seperti selalu teriak setiap kali menjadi pembawa acara. Apalagi ia sering melakukannya hampir setiap hari atau setiap minggu.
"Suara saya itu cedera karena itu istilahnya vocal abuse mungkin maksudnya. Jadi penggunaan suara berlebih dan dilakukan bertahun-tahun," kata Ananda Omesh dilansir dari YouTube Trans TV Official program Insert Pagi, Rabu (24/4/2019).
Omesh mengaku, tidak merasakan gejala apapun pada tubuh dan suaranya sebelum mengalami cedera pita suara. Ia hanya merasakan suaranya sempat serak beberapa hari sebelum akhirnya hilang karena cedera.
Saat itu Omesh sedang membawakan sebuah acara televisi. Ketika ia menyapa seluruh penonton, tiba-tiba suaranya menghilang. Omesh sempat kebingungan karena suaranya tidak keluar dan tidak ada masalah teknis dari mic di tangannya.
Pada hari itulah Omesh baru menyadari dan mengetahui dirinya mengalami cedera pita suara atau vocal abuse yang membuat suaranya hilang di tengah mengisi acara televisi.
"Dari akhir tahun lalu, gejalanya suara serak. Jadi nggak ada demam, radang atau sakit apapun. Terus di akhir tahun lalu lah (2018) Oktober-November, saya lagi ngehost tiba-tiba suara saya ilang. Akhirnya syuting di-cut dan cancel syuting hari itu," jelasnya.
Omesh pun langsung mengambil keputusan untuk berobat ke Singapura untuk mengembalikan suaranya yang hilang. Ia juga mencari cara lain untuk menyembuhkan cedera pita suaranya agara bisa kembali normal.
Selama pengobatan itulah Omesh mulai berhenti syuting karena kondisi pita suara yang tak memungkinkan. Di sisi lain, ia harus bolak-balik kontrol kondisinya ke Singapura.
Baca Juga:
Sempat Alami Gangguan Jiwa, Pria Ini Buktikan Diri Luncurkan 5 Novel
"Kalau penyembuhannya sih saya break syuting itu hampir 3 bulan. Kebetulan dokternya di Singapura, jadi saya bolak-balik ke Singapura. Selebihnya istirahat di rumah dan benar-benar nggak boleh banyak ngomong," katanya.
Bahkan ada satu momen, dokter melarang Omesh untuk berbicara sehingga ia harus menggunakan papan tulis sebagai media komunikasinya dengan orang sekitar.
"Apalagi bulan Desember itu saya menggunakan bantuan papan buat minta makan atau apa. Soalnya waktu itu 10-14 hari nggak boleh ngomong sama sekali," ujarnya.
Sekarang Omesh sudah kembali pulih, perasaan khawatirnya jika suaranya tak bisa kembali pun sudah terlewatkan. Namun, Omesh lebih selektif dalam memilih pekerjaan dan menjaga pola hidupnya.
"Saya sih mencoba hidup sehat saja, olahraga, makan yang betul, minum yang sehat, istirahat yang teratur. Jadi saya lebih ngontrol menerima jenis pekerjaan seperti apa. Mungkin dulu saya bisa ngisi program TV yang teriak-teriak, sekarang harus dipilih yang nggak setiap hari," tandasnya.
Terkini
-
VinFast Ubah Cara Pandang Dunia: Strategi Cerdas Bikin Mobil Listrik Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Pecahkan Kekhawatiran, VinFast Tawarkan Skema Langganan Baterai yang Inovatif dan Ramah Lingkungan
-
VinFast dan Transisi Energi Indonesia: Menjembatani Retorika Hijau dengan Aksi Nyata
-
Target Ambisius Transisi Kendaraan Listrik Indonesia 2030, Infrastruktur Sudah Siapkah?
-
Strategi Berani VinFast: Mengubah Permainan EV di Asia Tenggara, Dimulai dari Indonesia
-
Bisa Orgasme & Ejakulasi setelah Vasektomi? Fakta Penting yang Wajib Pria Ketahui!
-
5 Manfaat Fisioterapi, Tak Cuma Atasi Nyeri & Cedera
-
Jangan Sepelekan! Kurang Tidur Bisa Bikin Otak Lebih Cepat Tua
-
4 Trik Sederhana Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari, Bakar Kalori Tak Harus ke Gym
-
Ciri-Ciri Menstruasi Normal, Bisa Dilihat dari 3 Hal