Yasinta Rahmawati
Kondisi dan suasana KBA Wironanggan Sendang Tirto Wiguno. [Suara.com/Ari Welianto]

Himedik.com - Desa Wironanggan di Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, kini berkembang melalui Program Kampung Berseri Astra (KBA) yang menyasar potensi lokal untuk menjadi sumber penghidupan baru bagi warganya.

Salah satu kekayaan budaya dan alam desa ini adalah Sendang Tirto Wiguno di Kampung Karanglo. Dikenal sebagai obyek wisata, peninggalan Kerajaan Pajang ini rencananya akan diolah lebih lanjut.

KBA sendiri adalah inisiatif PT Astra International Tbk untuk mendorong desa-desa potensial di berbagai daerah, yang tidak hanya berfokus pada lingkungan, namun juga empat pilar: kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, dan pendidikan.

Desa Wironanggan sendiri masuk dalam program ini setelah menempati juara 3 pada Program Kampung Iklim (ProKlim) tingkat Kabupaten Sukoharjo. Keunggulan desa dalam pelestarian lingkungan menjadikan Sendang Tirto Wiguno sebagai objek unggulan.

Lokal Champion KBA Wironanggan, Siti Munawaroh, mengungkapkan bahwa sendang ini tak hanya akan menjadi daya tarik wisata tetapi juga memiliki rencana untuk memproduksi air minum bagi warga.

Kondisi dan suasana KBA Wironanggan Sendang Tirto Wiguno. [Suara.com/Ari Welianto]

Pemerintah kabupaten dan PDAM bahkan telah memeriksa kualitas air sendang tersebut, dengan hasil laboratorium dari Universitas Gadjah Mada yang menunjukkan bahwa airnya lebih jernih dibandingkan air mineral komersial. Kini, sudah ada lampu hijau dari bupati untuk pemanfaatan air dengan dukungan CSR PDAM.

Sendang ini dulunya kurang terawat dan tertutup ilalang hingga minim perhatian dari pemerintah. Namun, dengan swadaya warga dan bantuan ProKlim, kini sendang telah ditata dengan taman, gazebo, dan mushola, serta berbagai tanaman produktif. Rencananya, desa akan membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang siap mengelola area ini agar lebih bermanfaat dan dikenal luas.

Kisah Sendang Tirto Wiguno dan Khasiat Airnya

Menurut Mbah Saji (74) selaku sesepuh desa, Sendang Tirto Wiguno adalah peninggalan Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir di masa Kerajaan Pajang. Ia mengisahkan bahwa dahulu tempat ini ramai dikunjungi warga yang percaya akan khasiat air sendang untuk kesehatan.

"Dulu kalau malam jam 12 itu pasti ramai, banyak yang datang dan berendam serta bawa sajen. Konon, airnya bisa buat buat pengobatan," kata Mbah Saji.

Baca Juga:
Kisah Kampung Berseri Astra Perwira Bekasi: Dulu Penuh Sampah Kini Jadi Sarang Inspirasi

Menurut cerita turun-temurun, sendang ini pertama kali ditemukan oleh prajurit Pajang, Mbah Suro. Lalu terjadilah perang, kemudian ada prajurit yang perutnya sakit yang lantas sembuh setelah diambilkan air di sendang.

Kondisi dan suasana KBA Wironanggan Sendang Tirto Wiguno. [Suara.com/Ari Welianto]

Dalam jangka panjang, pengembangan wisata akan melibatkan kegiatan warga dengan festival kuliner tempo dulu dan pasar yang digelar rutin, sehingga pengunjung dapat menikmati nuansa budaya dan segarnya air sendang. Kawasan ini juga telah terintegrasi dalam Google Maps untuk mempermudah akses pengunjung.

Sebagai bagian dari KBA, PT Astra memberi pendampingan berupa pelatihan pengelolaan lingkungan dan pariwisata kepada warga, seiring cita-cita Astra untuk mendorong desa wisata. Desa Wironanggan telah menjadi pelopor dalam mengembangkan potensi lokal melalui berbagai kegiatan, termasuk di sektor lingkungan dengan program bank sampah dan kelompok wanita tani (KWT), yang nantinya terhubung dengan rute wisata edukasi di Desa Wironanggan.

Diharapkan dengan dukungan KBA, Sendang Tirto Wiguno akan terus dilestarikan dan dapat menjadi ikon pariwisata Desa Wironanggan. Selain menambah daya tarik wisata, pengembangan ini diharapkan menjadi sumber ekonomi baru dan penguat kebersamaan warga dalam menjaga potensi alam dan budaya yang mereka miliki.

BACA SELANJUTNYA

Beasiswa Kampung Berseri Astra, Harapan bagi Anak-Anak di Kampung 13 Ulu Palembang Menggapai Cita-Cita