himedik.com - Bernapas lewat mulut selama tidur bisa menyebabkan masalah kesehatan dan menghambat penurunan berat badan. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk bernapas dengan hidung ketimbang mulut saat tidur.
Melansir dari India Express, pernapasan hidung sangat penting tidak hanya untuk kesehatan Anda secara keseluruhan, tetapi juga untuk membantu penurunan berat badan.
"Sistem saraf otonom kita memiliki dua cabang utama, simpatik dan parasimpatis. Cabang simpatik bertanggung jawab atas respons 'lawan atau lari' kita, sedangkan cabang parasimpatis bertanggung jawab atas respons 'istirahat dan cerna'. Pada dasarnya cabang simpatis membuat Anda bersemangat dan siap untuk bergerak, dan cabang parasimpatis mengerem dan mendinginkan tubuh Anda," kata Ahli gizi Pooja Makhija.
"Pernapasan mulut membuat tubuh Anda condong ke keadaan simpatik, sedangkan pernapasan hidung mengaktifkan respons parasimpatis. Jika tubuh terjebak dalam keadaan ini karena stres kronis dan disfungsi pernapasan, itu tidak akan secara efektif membangun kembali jaringan dari semua olahraga yang Anda lakukan," imbuhnya.
Makhija berkata bahwa sebagian besar proses pemulihan ini terjadi saat Anda tidur, sangat penting untuk bernapas dengan cara yang mengubah keadaan sistem saraf Anda ke mode 'istirahat dan cerna'.
"Inilah sebabnya mengapa pernapasan hidung sangat penting untuk menurunkan berat badan," ujar Makhija.
Makhija lebih lanjut menyarankan cara untuk meningkatkan pernapasan hidung.
“Jelas, kami beralih ke pernapasan oral hanya ketika saluran hidung kami tersumbat. Suplemen vitamin C dan makanan berkualitas baik, kurkumin, dan suplemen kaya zinc benar-benar dapat membantu meningkatkan pernapasan hidung. Bicaralah dengan ahli gizi Anda untuk dosis dan durasi yang tepat," tambahnya.
Terkini
-
Dokter Ungkap Fakta tentang Vertigo & Migrain, Ini Perbedaan Mendasarnya
-
Selain Rokok, Ini Biang Kerok Kanker yang Jarang Disadari
-
Atasi Maag dengan Air Tajin: Solusi Alami dr. Zaidul Akbar
-
Tak Harus Telur, Ini Ide Sarapan Tinggi Protein Lain yang Bisa Dicoba
-
Mitos vs Fakta: 6 Kesalahpahaman Tentang Penyakit Ginjal yang Harus Kamu Tahu