himedik.com - Penelitian HealthDay menyatakan bahwa orang dewasa lebih tua atau lansia yang menderita retinopati lebih mungkin mengalami stroke atau gejala demensia. Retinopati adalah penyakit mata yang dapat menyebabkan perubahan penglihatan, termasuk kesulitan membaca atau melihat benda yang jauh.
Melansir dari Eat This, mereka juga lebih mungkin meninggal lebih cepat dibandingkan yang tidak memiliki kondisi mata. Penting untuk diperhatikan bahwa kondisi ini sering kali disebabkan oleh diabetes atau tekanan darah tinggi yang secara efektif dapat merusak pembuluh darah kecil yang diandalkan oleh retina.
Para peneliti menentukan bahwa mereka dengan kondisi mata dua kali lipat lebih mungkin untuk memiliki riwayat stroke dan 70 persen lebih mungkin untuk melaporkan masalah memori. Selain itu, selama dekade berikutnya, peluang kematian mereka dua kali lipat hingga tiga kali lipat lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami komplikasi penglihatan.
"Sepertinya ada sesuatu tentang retinopati itu sendiri, benar sekali bahwa mata adalah jendela ke otak," kata Dr. Michelle Lin, asisten profesor neurologi di Mayo Clinic di Jacksonville, Florida dan penulis utama studi tersebut,
Jika Anda menderita retinopati, Dr. Lin menyarankan untuk berbicara dengan dokter Anda untuk melakukan pengendalian faktor risiko lain seperti penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan penyakit jantung. Kemudian jika Anda menderita faktor risiko kardiovaskular, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter mata untuk memeriksakan kesehatan mata mereka.
Terkini
-
4 Trik Sederhana Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari, Bakar Kalori Tak Harus ke Gym
-
Dokter Ungkap Fakta tentang Vertigo & Migrain, Ini Perbedaan Mendasarnya
-
Selain Rokok, Ini Biang Kerok Kanker yang Jarang Disadari
-
Atasi Maag dengan Air Tajin: Solusi Alami dr. Zaidul Akbar
-
Tak Harus Telur, Ini Ide Sarapan Tinggi Protein Lain yang Bisa Dicoba