Selasa, 01 Desember 2020
Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni : Kamis, 29 Oktober 2020 | 17:00 WIB

Himedik.com - Setiap tanggal 31 Oktober, sebagian besar orang selalu merayakan Halloween atau dikenal juga sebagai Allhaloween. Pada momen Halloween ini, biasanya orang mengenakan kostum dan merias wajahnya hantu atau hal menyeramkan lainnya.

Kebanyakan anak muda biasanya menggunakan taring palsu pada giginya agar terlihat lebih menyeramkan. Sayangnya, tren merias diri menyeramkan ini bisa memicu risiko kesehatan sangat besar.

Kondisi ini terjadi jika riasan terlalu meggosok permukaan mata atau alat pelengkap untuk rias merusak giginya.

Ilustrasi Lensa Kontak (Pixabay)

Bahaya lensa kontak untuk Halloween

Penelitian oleh kelompok rumah sakit mata Optegra menunjukkan 42 persen peserta tidak menyadari bahwa perayaaan halloween bisa merusak maka akibat lensa kontak. Lalu, 12 persen orang mengalami infeksi mata akibat berbagi riasan gaun halloween.

"Hal ini mengkhawatirkan bahwa remaja dan dewasa muda menempatkan diri mereka pada risiko masalah kesehatan," kata Mr Amir Hamid, Direktur Medis di Optegra dikutip dari Express.

Amir Hamid mengatakan setiap orang yang mengubah warna pupil atau menbuat darah kental palsu saat perayaan helloween, akan berisiko terkena infeksi dan kerusakan pada permukaan mata.

"Kami memeringatkan siapa pun yang menggunakan lensa kontak, bahkan perias mata ini bisa menyebabkan infeksi yang mengancam penglihatan serius," jelas Amir.

Selain infeksi, pemakaian lensa kontak juga berisiko membuat permukaan mata tergores saat memasang dan melepaskan, terutama bagi orang yang belum terbiasa.

Jika lensa kontak diresepkan oleh dokter, ahli biasanya akan berhati-hati memiliki bahan lensa kontak yang sesuai dengan kondisi mata pasien.

Ahli optik pasti akan melihat ketebalan kornea pasien, tingkat kekeringan dan sebagainya. Tapi, lensa kontak mata biasa tentu tidak mempertimbangkan semua hal itu dan bisa memberikan efek kurang baik dalam beberapa jam pemakaian.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan pigmen warna tidak ditempatkan di dalam lapisan bening pada banyak lensa, melainkan tempat di permukaan lensa yang bisa memengaruhi kesehatan mata.

"Meski demikian, Anda mengalami risiko yang besar saat memakainya. Anda harus segera melepaskan bila mengalami iritasi, kemerahan atau gejala merugikan lainnya," jelasnya.

Amir menyarankan seseorang meminta anjuran ahli optik untuk memilih lensa kontak sesuai dengan kondisi matanya. Selain itu, Anda juga dilarang keras berbagi lensa kontak dengan orang lain.

Karena, beberapa lensa kontak bisa lebih besar dari pupil maka. Sehingga memakainya bisa mengenai bagian permukaan putih mata yang sangat halus.

Pada kondisi inilah, lensa kontak bisa berisiko menyebabkan infeksi atau cedera yang lebih tinggi, seperti ulkus kornea, lecet dan kehilangan penglihatan.

Ilustrasi gigi. (Pixabay/Peter Kasprzyk)

Bahaya taring gigi palsu

Payal Bhalla, Direktur Klinis dan Dokter Gigi Utama di Bedah Gigi Ipswich, juga memperingatkan tentang bahaya memakai taring gigi palsu secara berlebihan saat perayaan halloween.

Penggunaan lem super pada gigi demi memasangkan taring gigi palsu sangat berbahaya dan tidak disarankan.

Phayal Bhalla mengatakan lem super memiliki zat aditif beracun yang bisa menyebabkan peradangan gingiva. Bila Anda memakaianya pada permukaan gigi, kondisi ini bisa memicu masalah medis yang membutuhkan perawatan saluran akar gigi.

"Ini bisa terjadi karena gusi terbuat dari jaringan halus dan gigi memiliki pori-pori yang disebut tubulus, yang terhubung ke saraf gigi," jelas Phayal Bhalla.

Lem super ini bisa membuat area gusi meradang dan saraf dalam gigi kemungkinan besar akan mati. Bahkan pemasangan taring gigi yang tidak benar bisa menyebabkan kerusakan gigi di sekitarnya.

Pada dasarnya, memakai taring palsu pada gigi secara berlebihan bisa merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko patah gigi. Anda harus konsultasi dengan dokter gigi sebelum memakainya saat halloween.

 

BACA SELANJUTNYA

Waduh! Gadis Ini Buta Mendadak Akibat Pakai Lensa Kontak