Selasa, 01 Desember 2020
Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni : Rabu, 28 Oktober 2020 | 17:00 WIB

Himedik.com - Banyak orang mudah merasa lelah dan marah selama pandemi virus corona Covid-19, baik karena stres atau kurang tidur malam akibat cemas. Tapi tahukah Anda? Tidur siang terus-menerus bisa menjadi tanda hipersomnia.

Lee Chambers, psikolog lingkungan dan konsultan kesejahteraan mengatakan hipersomnia adalah suatu kondisi yang membuat seseorang mengantuk sepanjang hari.

Kondisi ini juga dikenal sebagai kantuk siang hari yang berlebihan (EDS). Lee Chambers mengatakan kondisi ini bisa membuat Anda merasa mengantuk. Meskipun Anda telah menjalani siklus tidur penuh.

Jika Anda kesulitan untuk beraktivitas sepanjang hari atau mudah marah, kondisi ini bisa menjadi salah satu bentuk hipersomnia. Kondisi ini bisa berupa hipersomnia primer atau sekunder, yang berarti Anda menderita kondisi medis lainnya.

Hipersomnia primer biasanya disebabkan oleh masalah otak yang mengontrol fungsi tidur dan bangun. Sedangkan hipersomnia sekunder adalah akibat dari kondisi medis lain yang menyebabkan kurang tidur, seperti sleep apnea.

Ilustrasi kelelahan. (Sumber: Shutterstock)

"Kondisi ini juga berpotensi mengakibatkan fungsi tiroid menurun atau cedera otak traumatis. Bahkan obat-obatan tertentu bisa emmicu hipersomnia pada seseorang," kata Lee Chambers dikutip dari The Sun.

Berikut ini tanda-tanda hipersomnia yang bisa Anda waspadai.

1. Energi menurun

Kelelahan terus-menerus menjadi gejala utama hipersomnia. Akibat kelelahan ini, mungkin Anda akan kekurangan energi dan akan tidur siang sepanjang hari tanpa mengalami rasa kantuk tersebut.

Menghirup udara segar adalah cara terbaik utnuk meningkatkan energi dan mendorong seseorang yang mengalami penurunan energi untuk menggerakkan kakinya.

2. Mudah marah

Beberapa orang biasanya tidur dengan perasaan yang kurang baik, tapi akan hilang hanya dengan menyeduh segelas kopi di pagi hari.

Tapi, perasaan kesal atau marah terus-menerus bisa menjadi tanda hipersomnia. Para ahli menyarankan untuk menjalani rutinitas tidur yang baik untuk meminimalkan gejala hipersomnia.

3. Kehilangan nafsu makan

Kehilangan nafsu makan bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti obat. Tapi, hipersomnia yang menyebabkan energi menurun biasanya disertai hilangnya nafsu makan.

Para ahli mengatakan Anda harus menjalani pola makan seimbang jika menderita hipersomnia. Mereka juga menganjurkan untuk mengurangi alkohol.

4. Kecemasan

Jika Anda kurang tidur, biasanya akan lebih mudah merasa cemas. Penelitian oleh ahli saraf telah menemukan kurang tidur memperkuat tingkat kecemasan antisipatif Anda.

Saat ini terjadi, amigdala otak dan korteks insular menyala. Area itulah disebut bagian otak yang berhubungan dengan emosi.

5. Kesulitan mengingat sesuatu

Jika Anda memiliki kualitas tidur yang buruk, maka kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan memori yang signifikan dan memperburuk kondisi otak.

Kurang tidur juga bisa merangsang bagian otak secara berlebihan yang disebabkan oleh plastisitas saraf di otak. Kondisi inilah yang menentukan seberapa efisien otak beradaptasi dengan situasi baru.

 

BACA SELANJUTNYA

Kurang Tidur Bikin Pikiran Kurang Positif Keesokan Harinya, Kata Studi