Selasa, 24 November 2020
Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni : Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Himedik.com - Masker N95 termasuk masker medis yang mampu memblokir partikel virus corona Covid-19 terkecil dibandingkan masker beda dan masker kain.

Masker N95 ini pun bisa digunakan beberapa kali dengan didekontaminasi, berbeda dengan masker bedah. Tapi, banyak orang mungkin meragukan tingkat efisiensinya melindungi diri dari virus ketika sudah lewat tanggal kedaluwarsa.

Faktanya dilansir dari Business Insider, masker N95 kemungkinan besar masih menawarkan perlindungan yang kuat terhadap virus corona setelah tanggal kedaluwarsa.

"Masker N95 tidak akan kedaluwarsa dalam hal fungsinya. Satu-satunya yang membuat masker ini tak bisa berfungsi baik bila pita elastis yang menempelkan masker ke wajah pengguna rusak oleh sinar matahari atau penggunaan berkali-kali," kata Dr John Balmes, profesor ilmu kesehatan lingkungan di Berkeley Public Health.

Salah satu kunci yang bisa membuat masker layak digunakan dengan melihat segel khusus yang membedakan respirator penyaring dari pemakaian pelindung wajah lainnya.

Masker N95 [shutterstock]

Masker bedah bisa memblokir partikel besar virus corona, termasuk air liur yang berfungsi melindungi pemakaiannya maupun orang di sekitarnya.

Tapi, ukuran masker bedah yang longgar bisa memberikan ruang bagi partikel virus corona Covid-19 yang lebih kecil keluar dari masker dan mengontaminasi orang lain.

Dalam hal ini, segel pada masker N95 lebih mencegah terjadinya hal tersebut jika dipakai dengan benar. Sebab, variabel kecil seperti rambut wajah saja bisa mencegah masker berfungsi baik menangkal virus corona.

Namun seiring waktu, bagian-bagian dari masker bisa aus atau rusak tergantung cara penyimpanannya. Strapnya yang terbuat dari plastik dan polimer karet bisa mengembang atau berkontraksi saat terkena panas maupun dingin.

Meski begitu, masker kedaluwarsa masih bisa memberikan perlindungan yang sama efektifnya jika disimpan dengan benar.

"Kalau masker disimpan di tempat yang gelap dan kering, biasanya masih oke dipakai dan bahan filternya inert," kata Balmes.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah menguji sampel masker setelah tanggal kedaluwarsa. Hasilnya, mereka menemukan bahwa masker kedaluwarsa masih efektif memberikan perlindungan yang sama baiknya dengan masker baru.

Tapi, pengguna harus memperhatikan secara detail masker yang sudah kedaluwarsa pada bagian tali pengikat, potongan hidung dan segelnya. Jika ditemukan masalah, respirator harus dibuang.

Jika tidak, Anda bisa menggunakan masker itu untuk melindungi diri. Tapi, ada baiknya tidak memakai masker kedaluwarsa dalam kondisi darurat, seperti menangani pasien virus corona.

CDC sendiri juga tidak menyarankan masyarakat umum memakai masker N95, karena masker jenis ini sangat dibutuhkan tenaga medis yang menangani dan kontak langsung dengan pasien virus corona.

Sebaliknya, masayarakat lebih efektif mencegah penyebaran virus dengan menghindari keramaian, menjaga kebersihan dan sering mencuci tangan pakai air dan sabun.

BACA SELANJUTNYA

Kabar Baik! Peneliti AS Temukan 3 Obat Potensial untuk Covid-19