Kamis, 28 Mei 2020
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah : Rabu, 18 Maret 2020 | 10:00 WIB

Himedik.com - Tentu Anda pernah mendengar orang berkata bahwa stres dapat menyebabkan jerawat di wajah, terutama di area dahi. Data menunjukkan 85% dari populasi akan memiliki beberapa bentuk jerawat selama hidup.

Sebenarnya, lapor Healthline, hubungan antara stres dan jerawat telah disalahpahami oleh banyak orang. Stres tidak dapat secara langsung menyebabkan jerawat.

Namun, ketika Anda sudah memiliki jerawat, stres dapat memperburuknya. Peneliti menemukan bahwa luka, termasuk jerawat, jauh lebih lambat sembuh ketika seseorang sedang stres.

Dilansir Time, penyebab jerawat adalah usia, hormon, bakteri, dan faktor lain yang ikut berperan, dan stres dapat memperburuknya.

Dr. Adam Friedman, seorang profesor dermatologi di George Washington University menunjuk hormon terkait stres yang disebut CRH, atau hormon pelepas kortikotropin, sebagai salah satu penyebabnya.

Ilustrasi jerawat (Shutterstock)

"kelenjar minyak ini juga merupakan organ kekebalan tubuh, dan mereka dapat menyebabkan peradangan," kata Friedman.

"Pada akhirnya, jerawat pada dasarnya adalah peradangan, dan dengan demikian mengaktifkan respon imun dapat memperburuk pembengkakan atau kemerahan," sambungnya.