Rabu, 08 April 2020
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah : Jum'at, 14 Februari 2020 | 07:00 WIB

Himedik.com - Ahli epidemiologi kesehatan masyarakat terkemuka Hong Kong mengatakan epidemi virus corona atau COVID-19 disebut dapat menyebar ke sekitar dua pertiga populasi dunia apabila virus tidak dapat dikendalikan.

Peringatannya datang setelah kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus dari pasien virus corona yang belum pernah mengunjungi China bisa menjadi 'pucak gunung es' atau semakin banyak.

Sebagian besar ahli berpikir bahwa setiap orang yang terinfeksi akan terus menularkan virus ke sekitar 2,5 orang lainnya. Artinya, wabah dapat menginfeksi lebih dari 60 persen populasi di tingkat global, terlebih jika tidak ditangani dengan tepat.

"Enam puluh persen dari populasi dunia adalah jumlah yang sangat besar," kata Profesor Gabriel Leung, ketua kedokteran kesehatan masyarakat di Universitas Hong Kong kepada Guardian, Selasa (11/2/2020).

WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)

"Apakah 60-80 persen populasi dunia akan (langsung) terinfeksi? Mungkin tidak. Mungkin ini akan datang dalam gelombang," tambah Leung.

Menurutnya, kemungkinan virus akan melemahkan sifat mematikannya karena jika virus membunuh semua orang dalam jalannya, virus juga akan terbunuh.

Selama ini, cara China mengurangi penyebaran virus adalah dengan pembatasan di pusat kota Wuhan dan kota-kota lain. Namun, jika cara ini tidak berhasil, ada kebenaran lain yang harus dihadapi, yaitu virus corona mungkin bisa saja tidak dapat ditahan.

Jadi, tambahnya, dunia harus mengubah cara. Alih-alih mencoba untuk menahan virus, dunia harus bekerja sama untuk mengurangi dampaknya.