himedik.com - Rickie Huitt (65) menjadi korban salah diagnosis. Mulanya pria asal Iowa, Amerika Serikat tersebut divonis menderita kanker prostat. Namun, ternyata semuanya salah.
Mantan pekerja pabrik John Deere itu kemudian dijadwalkan untuk operasi dan kelenjar prostatnya diangkat. Sejak operasi itu, Huitt mulai menderita kerusakan saraf dan dibiarkan impoten.
Ternyata dokter di Klinik Iowa yang menangani Huitt salah melihat file pasien dan memberi diagnosis kanker prostat pada Huitt. Atas dasar salah diagnosis dan membuatnya kehilangan kejantanannya, Huitt melaporkan Klinik Iowa ke pihak berwajib.
Pengacara Huitt awalnya menuntut pihak klinik untuk membayar ganti rugi sebesar $ 15 juta atau sekitar Rp212,3 miliar atas efek salah diagnosis yang mengganggu kehidupan rumah tangga lelaki paruh baya itu.
"Baginya kehilangan kejantanan membuat kehidupan rumah tangganya berada di ambang kehancuran," kata pengacara Huitt seperti dilansir Suara.com dari NY Post.
Namun pihak kejaksaan memutuskan bahwa besaran ganti rugi yang harus dibayar pihak klinik sebesar $ 12,25 juta atau sekitar Rp173 Miliar atas dasar salah diagnosis dan tindakan operasi kelenjar prostat.
Joy Trueblood, dokter di klinik Iowa mengatakan kepada para jaksa penuntut dalam sebuah pernyataan bahwa dia sedang menangani dua pasien pada 2017. Ketika mencampuradukkan file riwayat kedua pasiennya, Joy akhirnya memberi tahu Huitt bahwa dia menderita kanker. Siapa sangka itu semua salah diagnosis. (Suara.com/Firsta Nodia)
Terkini
-
Dokter Ungkap Fakta tentang Vertigo & Migrain, Ini Perbedaan Mendasarnya
-
Selain Rokok, Ini Biang Kerok Kanker yang Jarang Disadari
-
Atasi Maag dengan Air Tajin: Solusi Alami dr. Zaidul Akbar
-
Tak Harus Telur, Ini Ide Sarapan Tinggi Protein Lain yang Bisa Dicoba
-
Mitos vs Fakta: 6 Kesalahpahaman Tentang Penyakit Ginjal yang Harus Kamu Tahu