Himedik.com - Sesak napas saat atau setelah makan bisa membuat kondisi seseorang memprihatinkan atau bahkan fatal.
Ada banyak kemungkinan seseorang mengalami sesak napas saat atau setelah makan, tergantung kronologi kejadiannya hingga riwayat penyakitnya.
Namun, makanan yang dikonsumsi bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami sesak napas, terlebih memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Himedik melansir dari nationaljewish.org, seseorang yang memiliki masalah sesak napas dianjurkan untuk mengonsumsi 5-6 porsi kecil makanan daripada 3 porsi besar setiap harinya.
Seseorang dianjurkan makan jika sudah terasa sangat lapar dan bernapas panjang lebih dulu sebelum mengunyah lalu menelannya.
Sebaiknya, seseorang dengan masalah sesak napas juga mengurangi atau menghindari makanan penyebab gas yang menyebabkan masalah pernapasan.
Berikut ini kategori makanan yang kemungkinan besar menyebabkan sesak napas setelah makan:
1. asparagus
2. kembang kol dan brokoli
3. bawang putih
Baca Juga:
Bisa Diturunkan dari Keluarga, Kenali Pemicu Penyakit Rematik Berikut Ini
4. paprika
5. lobak dan kubis mentah
6. melon
7. makanan pedas
Meski begitu, sesak makan setelah makan juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor lainnya di luar makanan yang dikonsumsi.
Seperti seseorang memiliki alergi terhadap suatu makanan tertentu yang memberikan efek sesak napas jika mengonsumsinya.
The American College of Allergy, Asthma & Immunology dilansir dari medicalnewstoday.com, memperkirakan 4% dari orang dewasa dan 4-6% anak-anak di Amerika Serikat sesak napas karena alergi makanan.
Ada pula penyebab lain sesak napas setelah makan karena seseorang menghirup partikel makanan.
Terkadang seseorang menghirup partikel kecil makanan atau cairan saat makan yang biasa disebut aspirasi paru.
Efeknya, seseorang akan mengalami batuk sampai menyebabkan sesak napas jangka pendek dan sakit tenggorokan.
Terkini
-
VinFast Ubah Cara Pandang Dunia: Strategi Cerdas Bikin Mobil Listrik Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Pecahkan Kekhawatiran, VinFast Tawarkan Skema Langganan Baterai yang Inovatif dan Ramah Lingkungan
-
VinFast dan Transisi Energi Indonesia: Menjembatani Retorika Hijau dengan Aksi Nyata
-
Target Ambisius Transisi Kendaraan Listrik Indonesia 2030, Infrastruktur Sudah Siapkah?
-
Strategi Berani VinFast: Mengubah Permainan EV di Asia Tenggara, Dimulai dari Indonesia
-
Bisa Orgasme & Ejakulasi setelah Vasektomi? Fakta Penting yang Wajib Pria Ketahui!
-
5 Manfaat Fisioterapi, Tak Cuma Atasi Nyeri & Cedera
-
Jangan Sepelekan! Kurang Tidur Bisa Bikin Otak Lebih Cepat Tua
-
4 Trik Sederhana Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari, Bakar Kalori Tak Harus ke Gym
-
Ciri-Ciri Menstruasi Normal, Bisa Dilihat dari 3 Hal