himedik.com - Di tengah mewabahnya kasus demam berdarah dengue atau DBD saat ini, apa yang ada di pikiranmu kalau mendengar kata 'nyamuk raksasa'? Jangan salah, nyamuk bernama Toxorhynchites rutilus ini, atau disebut nyamuk gajah karena ukurannya yang besar, justru bermanfaat, lo!
Dilaporkan VDCI, Toxorhynchites rutilus adalah nyamuk terbesar di AS. Seekor nyamuk gajah betina dewasa bahkan bisa memiliki rentang sayap berukuran sekitar satu seperempat sentimeter.
Tapi enggak usah takut. Mereka enggak menggigit, jadi enggak menjangkitkan penyakit yang menular melalui vektor.
Toxorhynchites rutilus disebut nyamuk gajah karena punya probosis (belalai) yang panjang dan melengkung ke bawah mirip gajah. Belalai nyamuk gajah dipakai untuk mengisap nektar dari lubang bunga yang dalam.
Kok, bunga? Iya, nyamuk raksasa yang terbang di siang hari ini enggak butuh pasokan darah sebagai makanannya untuk menghasilkan telur. Baik jantan maupun betina, nyamuk gajah dewasa cuma makan zat-zat manis, terutama nektar bunga, dan juga getah tanaman, madu serangga, serta cairan dari buah yang membusuk.
Toxorhynchites bahkan juga dikenal sebagai 'pemakan nyamuk' atau 'nyamuk kanibal'. Soalnya, mereka adalah predator untuk nyamuk lain dan kadang-kadang juga makan nyamuk sejenisnya. Jadi, nyamuk Aedes aegypti, yang menularkan demam berdarah pun, bisa habis dia makan.
Sayangnya, enggak banyak spesies Toxorhynchites rutilus di dunia, tapi nyamuk gajah ini tersebar luas di seluruh AS bagian tenggara.
Terkini
-
Dokter Ungkap Fakta tentang Vertigo & Migrain, Ini Perbedaan Mendasarnya
-
Selain Rokok, Ini Biang Kerok Kanker yang Jarang Disadari
-
Atasi Maag dengan Air Tajin: Solusi Alami dr. Zaidul Akbar
-
Tak Harus Telur, Ini Ide Sarapan Tinggi Protein Lain yang Bisa Dicoba
-
Mitos vs Fakta: 6 Kesalahpahaman Tentang Penyakit Ginjal yang Harus Kamu Tahu