Senin, 25 Mei 2020
Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto : Sabtu, 19 Januari 2019 | 12:00 WIB

Himedik.com - Apa yang ada di benakmu pertama kali ketika melihat ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa? Selain perasaan takut atau kasihan, pernahkah kamu berpikir tentang kesembuhannya?

Mungkin di luar sana memang banyak ODGJ yang terlantar di jalanan tak punya keluarga hingga mungkin tak punya harapan untuk sembuh. Namun, dengan perawatan dan pengobatan yang tepat, banyak orang dengan penyakit mental dapat sembuh dengan cepat meskipun beberapa orang membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk pulih.

Meski bisa sembuh, sayangnya masih ada masyarakat yang memiliki stigma negatif bahkan melakukan diskriminasi pada mereka. Salah satu contohnya adalah foto ODGJ yang dipasung berikut.

Tren 10YearsChallenge. (Twitter/jiemiardian)

Tren 10YearsChallenge membuat 'pelaku' membuat kolase foto tersebut. Terlihat foto sebelah atas memperlihatkan pria paruh baya yang sedang dipasung, lalu foto bawah pria tersebut terbebas dari pasung.

Sontak unggahan tersebut viral dan menarik perhatian publik, termasuk dari salah seorang dokter bernama dr. Jiemi Ardian.

"Kesannya lucu, tapi ini nggak lucu sama sekali. ODGJ bisa pulih, yang pulih ini masa ga boleh kembali ke kehidupan normal? Justru ODGJ ga bs kembali karna stigma kita. Kitalah yang membuat orang lain tetap sakit, kitalah yang jahat. Dan karna politik kita jadi tambah jahat.

Ya kalau ODGJ masih mengalami gangguan dalam memberikan pertimbangan, menilai realita dan pengambilan keputusan, ya ga akan dikasi surat rekomendasi dari dokternya to ya. Dan yang nentukan itu dokter, yang sudah belajar belasan tahun."

Komentar dr. Jiemi. (Twitter/jiemiardian)

Di Indonesia angka kejadian penyakit gangguan jiwa berat memang termasuk tinggi. Dilansir dari Hellosehat, Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menunjukkan bahwa penderita gangguan jiwa berat (psikosis) di Indonesia mencapai 0,46 persen atau sejuta orang dari total penduduk.

Per tahun 2010 lalu, jumlah pasien penyakit mental yang dirawat inap terbanyak di rumah sakit (RS) Kelas A adalah Skizofrenia Hebefrenik (1.924 orang), Skizofrenia Paranoid (1.612 orang), Undifferentiated Schizophrenia (443 orang), Schizophrenia Unspecified (400 orang) dan Other Schizophrenia (399 orang).