Rabu, 03 Juni 2020
Rauhanda Riyantama : Kamis, 25 Oktober 2018 | 19:00 WIB

Himedik.com - Bicara gaya hidup sehat, olahraga adalah salah satu jawabannya. Namun dalam sejumlah kasus, orang yang jarang olahraga berisiko terancam gangguan kesehatan.

Di sisi lain, kebiasaan merokok juga bisa berakibat fatal untuk kesehatan. Berbagai penyakit kronis bisa muncul akibat gaya hidup buruk yang satu ini.

Namun jika disandingkan antara merokok dan jarang olahraga, mana yang lebih berakibat buruk? Menurut studi yang dilakukan oleh Cleveland Clinic, ternyata jarang olahraga jauh lebih berbahaya daripada merokok.  

Kesimpulan ini didapat setelah meneliti terhadap lebih dari 122.007 pasien pada 1 Januari 1991 hingga 31 Desember 2014. Para partisipan tersebut diminta melakukan tes treadmill untuk mengukur semua penyebab kematian yang berkaitan dengan olahraga.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rajin olahraga memiliki umur yang lebih panjang dan sehat. ''Terbukti, dampak jarang olahraga jauh lebih buruk daripada orang yang menderita hipertensi, diabetes, atau bahkan merokok,'' ungkap Dr. Wael Jaber, ahli kardiologi dari Cleveland Clinic seperti dikutip CNN.

Studi ini juga menunjukkan bahwa memiliki gaya hidup yang kurang aktif sama buruknya dengan memiliki penyakit berbahaya, seperti hipertensi dan diabetes. Jadi solusinya rajin berolahragalah mulai sekarang.

Sementara itu, Dr. Jordan Metzl, dokter khusus olahraga di Hospital for Special Surgery, mengatakan bahwa jarang olahraga bisa mengakibatkan penyakit kardiovaskular dan diabetes. Dan penyakit ini juga yang paling banyak menghabiskan biaya kesehatan di AS.

“Daripada membayar mahal untuk pengobatan, kita seharusnya mendorong pasien dan masyarakat untuk lebih aktif dan olahraga setiap hari,” kata Metzl.