Jum'at, 10 April 2020
Rauhanda Riyantama : Jum'at, 14 September 2018 | 11:00 WIB

Himedik.com - Apakah kecoak bisa menyebarkan penyakit seperti lalat atau nyamuk? Nah, untuk menjawabnya perlu meninjau penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut WHO, risiko kesehatan yang dipicu oleh kecoak lebih banyak didominasi oleh kotoran, kontaminasi makanan, dan asma alergik, daripada penularan langsung.

"Banyak studi yang mengungkapkan bahwa kecoak memakan kotoran manusia dan menyebarkan atau menghasilkan patogen, mereka memiliki peranan sekunder yang kuat dalam penyebaran penyakit," ungkap C. Claiborne Ray, penulis dari The New York Times Book of Science Questions & Answers.

Kesimpulan itu diperkuat dalam reviewnya di tahun 2008, yang menyatakan bahwa bukti definitif bahwa kecoak adalah vektor (penyebar penyakit menular) bagi penyakit manusia masih kurang.

Memang ada daftar berbagai bakteri, jamur, fungi, hingga virus yang bisa dibawa oleh kecoak, tapi persentasenya masih kurang. 

Di luar itu, penyakit asma yang disebabkan oleh alergi kecoak itu sendiri sudah menjadi perhatian kesehatan publik. Sebagai contoh, pada studi tahun 2005 terungkap bahwa anak-anak yang tinggal di area lingkungan kumuh di Amerika Serikat berada dalam risiko lebih besar terkena penyakit asma dari alergi kecoak ketimbang hewan lainnya.

"Studi WHO juga menemukan bahwa penggunaan insektisida yang tidak tepat, terutama jika terlalu banyak memakai aerosol dan penyemprot cair, dapat berpotensi menimbulkan paparan yang bermasalah pada manusia," tandas Ray.