Himedik.com - Coolsculpting berbeda dengan sedot lemak. Dikenal juga dengan sebutan cryolipolysis merupakan prosedur pembentukan tubuh dengan cara menghilangkan lemak tanpa melalui proses operasi.
Jadi selama prosedur, ahli bedah plastik akan membekukan sel-sel lemak yang berada di bawah kulit dengan menggunakan alat khusus. Dalam beberapa minggu, sel lemak yang telah membeku akan mati dan pecah secara alami. Selanjutnya sel lemak tersebut mengalir keluar dari tubuh melalui hati.
Prosedur coolsculpting ini terbilang masih baru. Pelaksanaannya pun baru disetujui oleh Food and Drug Administration (setara dengan Badan POM di Amerika).
Pengembang coolsculpting, Zeltiq Aesthetics, mengklaim bahwa metode tersebut dapat menurunkan jumlah sel lemak sebanyak 20 hingga 25 persen. Hasilnya pun bisa dilihat dalam waktu yang relatif cepat. Tidak seperti olahraga atau diet yang membutuhkan waktu lama.
Selain lebih ampuh, metode ini tidak menimbulkan infeksi karena tidak melalui proses operasi. Hasilnya juga terlihat alami karena lemak hilang secara bertahap.
Namun, sebelum melakukan prosedur ini sebaiknya kamu perlu berhati-hati dan konsultasi ke dokter. Pasalnya coolsculpting memungkinkan adanya risiko efek samping, seperti:
1. Kulit terasa seperti ditarik
Selama proses berlangsung, bagian tubuh yang akan dihilangkan lemaknya diberi gulungan panel pendingin. Hal tersebut membuat kulit terasa ditarik-tarik dalam waktu yang cukup lama yaitu satu hingga dua jam.
2. Muncul kemerahan, bengkak, dan nyeri pada area perawatan
Peneliti menunjukkan bahwa efek samping tersebut biasanya muncul sekitar dua atau tiga minggu setelah perawatan tetapi adapula yang tepat setelah perawatan dan akan hilang dalam 3 hingga 11 hari. Efek tersebut disebabkan oleh suhu dingin dari panel pendingin yang ditempelkan di kulit.
Baca Juga:
Viral! Pasien Hemodialisa Naik Tensi Gegara Nonton Aksi Minions
3. Hiperplasia adiposa paradoks (PAH)
Efek samping yang paling serius adalah PAH. Umumnya ini terjadi pada pria dan masih langka. Merupakan keadaan di mana sel lemak yang harusnya mengecil malah membesar dan hanya bisa diatasi dengan operasi.
Satu lagi yang perlu kamu tahu, prosedur ini ternyata tidak disarankan bagi penderita penyakit tertentu. Jadi, kamu yang menderita penyakit hemoglobulinuria dingin paroksimal, aglutinin dingin, dan memiliki protein cryoglobulin berlebih dalam darah tidak diperbolehkan melakukan coolsculpting.
Terkini
-
Profit Meroket 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Gencarkan Produk dan Layanan Baru
-
VinFast Ubah Cara Pandang Dunia: Strategi Cerdas Bikin Mobil Listrik Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Pecahkan Kekhawatiran, VinFast Tawarkan Skema Langganan Baterai yang Inovatif dan Ramah Lingkungan
-
VinFast dan Transisi Energi Indonesia: Menjembatani Retorika Hijau dengan Aksi Nyata
-
Target Ambisius Transisi Kendaraan Listrik Indonesia 2030, Infrastruktur Sudah Siapkah?
-
Strategi Berani VinFast: Mengubah Permainan EV di Asia Tenggara, Dimulai dari Indonesia
-
Bisa Orgasme & Ejakulasi setelah Vasektomi? Fakta Penting yang Wajib Pria Ketahui!
-
5 Manfaat Fisioterapi, Tak Cuma Atasi Nyeri & Cedera
-
Jangan Sepelekan! Kurang Tidur Bisa Bikin Otak Lebih Cepat Tua
-
4 Trik Sederhana Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari, Bakar Kalori Tak Harus ke Gym