Himedik.com - Bagian dari halusinasi yang menakutkan adalah ketidakmampuan seseorang untuk membedakan antara fantasi dan kenyataan.
Kondisi ini bisa dibilang cukup serius karena jika tidak mendapatkan terapi khusus maka akan berdampak pada kejiwaan.
Dikutip dari medicaldaily, ada enam hal yang bisa menyebabkan halusinasi.
1. Herpes
Mayoritas orang dewasa di Amerika Serikat memiliki virus herpes simpleks tipe 1. Penyakit ini tak berbahaya dan berbeda dengan penyakit kelamin yang ditularkan secara seksual.
Namun dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit ini dapat menyebabkan peradangan otak.
The National Institute of Neurological Disorders dan Stroke mencatat herpes ini bisa menyebabkan sakit kepala, demam, perubahan kepribadian, halusinasi dan tingkat kesadaran yang berubah. Hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan otak.
2. Penyakit Creutzfeldt-Jakob
Penyakit yang berkembang cepat ini adalah penyakit prion, mirip dengan penyakit sapi gila pada hewan. Ini menyebabkan kerusakan saraf.
Orang-orang dengan Creutzfeldt-Jakob kehilangan kendali atas anggota badan dan emosi mereka, dan catatan artikel Pakar Perawatan Primer menjelaskan ini bisa mengalami halusinasi ketika kondisi memengaruhi lobus oksipital.
Baca Juga:
Kisah Mengharukan Soo Kyung, Anaknya Lahir dengan Mutasi Gen
3. Kejang
Menurut Primary Care Companion, kejang dapat menyebabkan halusinasi. Artikel ini mencatat bahwa kejang oksipital - di lobus oksipital yang merupakan pusat visual otak adalah penyebab terbesar dari fenomena tersebut.
4. Gangguan visual
Penyebab halusinasi yang paling ironis adalah gangguan penglihatan, baik dari glaukoma, katarak, tumor atau penyakit lainnya. Menurut Live Science, sindrom Charles Bonnet memberi orang halusinasi visual yang jelas.
Diperkirakan kondisi ini terjadi karena sistem visual otak tidak lagi menerima informasi visual dari mata atau bagian dari retina dan mulai membuat gambar sendiri.
5. Lesi otak
Otak adalah organ yang halus. Gegar otak dapat menyebabkan lesi otak, menurut Mayo Clinic, seperti aneurisma, kanker atau multiple sclerosis.
Lesi dapat memengaruhi fungsi kognitif dan dalam beberapa kasus lesi di pusat visual otak dapat menyebabkan halusinasi, sebuah artikel Primary Care Companion menjelaskan.
6. Histeria massa
Pertama adalah kondisi psikologis yang melibatkan sekelompok kecil orang yang datang di bawah khayalan kolektif, saling memperkuat keyakinan paranoid satu sama lain, seperti dalam kasus laporan BBC dari sebuah keluarga Australia.
Histeria massa terjadi pada kelompok yang lebih besar, menyebar dengan cepat, dan biasanya mencakup gejala pingsan, mual dan hiperventilasi. Kedua, bisa dipicu oleh stres dan mungkin berpindah ke halusinasi.
Terkini
-
VinFast Ubah Cara Pandang Dunia: Strategi Cerdas Bikin Mobil Listrik Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Pecahkan Kekhawatiran, VinFast Tawarkan Skema Langganan Baterai yang Inovatif dan Ramah Lingkungan
-
VinFast dan Transisi Energi Indonesia: Menjembatani Retorika Hijau dengan Aksi Nyata
-
Target Ambisius Transisi Kendaraan Listrik Indonesia 2030, Infrastruktur Sudah Siapkah?
-
Strategi Berani VinFast: Mengubah Permainan EV di Asia Tenggara, Dimulai dari Indonesia
-
Bisa Orgasme & Ejakulasi setelah Vasektomi? Fakta Penting yang Wajib Pria Ketahui!
-
5 Manfaat Fisioterapi, Tak Cuma Atasi Nyeri & Cedera
-
Jangan Sepelekan! Kurang Tidur Bisa Bikin Otak Lebih Cepat Tua
-
4 Trik Sederhana Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari, Bakar Kalori Tak Harus ke Gym
-
Ciri-Ciri Menstruasi Normal, Bisa Dilihat dari 3 Hal