Minggu, 31 Mei 2020
Rauhanda Riyantama | Yuliana Sere : Minggu, 26 Agustus 2018 | 19:30 WIB

Himedik.com - Bagian dari halusinasi yang menakutkan adalah ketidakmampuan seseorang untuk membedakan antara fantasi dan kenyataan.

Kondisi ini bisa dibilang cukup serius karena jika tidak mendapatkan terapi khusus maka akan berdampak pada kejiwaan.

Dikutip dari medicaldaily, ada enam hal yang bisa menyebabkan halusinasi.

1. Herpes

Mayoritas orang dewasa di Amerika Serikat memiliki virus herpes simpleks tipe 1. Penyakit ini tak berbahaya dan berbeda dengan penyakit kelamin yang ditularkan secara seksual.

Namun dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit ini dapat menyebabkan peradangan otak.

The National Institute of Neurological Disorders dan Stroke mencatat herpes ini bisa menyebabkan sakit kepala, demam, perubahan kepribadian, halusinasi dan tingkat kesadaran yang berubah. Hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan otak.

2. Penyakit Creutzfeldt-Jakob

Penyakit yang berkembang cepat ini adalah penyakit prion, mirip dengan penyakit sapi gila pada hewan. Ini menyebabkan kerusakan saraf.

Orang-orang dengan Creutzfeldt-Jakob kehilangan kendali atas anggota badan dan emosi mereka, dan catatan artikel Pakar Perawatan Primer menjelaskan ini bisa mengalami halusinasi ketika kondisi memengaruhi lobus oksipital.

Hal yang bisa sebabkan halusinasi. (Steemit)

3. Kejang

Menurut Primary Care Companion, kejang dapat menyebabkan halusinasi. Artikel ini mencatat bahwa kejang oksipital - di lobus oksipital yang merupakan pusat visual otak adalah penyebab terbesar dari fenomena tersebut.

4. Gangguan visual

Penyebab halusinasi yang paling ironis adalah gangguan penglihatan, baik dari glaukoma, katarak, tumor atau penyakit lainnya. Menurut Live Science, sindrom Charles Bonnet memberi orang halusinasi visual yang jelas.

Diperkirakan kondisi ini terjadi karena sistem visual otak tidak lagi menerima informasi visual dari mata atau bagian dari retina dan mulai membuat gambar sendiri.

5. Lesi otak

Otak adalah organ yang halus. Gegar otak dapat menyebabkan lesi otak, menurut Mayo Clinic, seperti aneurisma, kanker atau multiple sclerosis.

Lesi dapat memengaruhi fungsi kognitif dan dalam beberapa kasus lesi di pusat visual otak dapat menyebabkan halusinasi, sebuah artikel Primary Care Companion menjelaskan.

6. Histeria massa

Pertama adalah kondisi psikologis yang melibatkan sekelompok kecil orang yang datang di bawah khayalan kolektif, saling memperkuat keyakinan paranoid satu sama lain, seperti dalam kasus laporan BBC dari sebuah keluarga Australia.

Histeria massa terjadi pada kelompok yang lebih besar, menyebar dengan cepat, dan biasanya mencakup gejala pingsan, mual dan hiperventilasi. Kedua, bisa dipicu oleh stres dan mungkin berpindah ke halusinasi.