himedik.com - Jumlah anak di bawah umur yang masuk rumah sakit karena gangguan yang disebabkan ganja melonjak hingga 10 persen. Angka yang diperoleh Daily Mail dari NHS bahkan menunjukkan peningkatan sampai 38 persen sejak 2013/2014.
Dari seluruhnya yang terdata, anak paling muda yang menderita gangguan mental parah setelah menggunakan ganja bahkan masih berumur sembilan tahun.
Data tersebut menunjukkan, lebih dari 3.400 anak muda dirawat di rumah sakit tahun lalu karena penyakit mental dan perilaku yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba itu.
Mereka diyakini berhasil membeli ganja melalui media sosial, seperti dikutip HiMedik.com dari The Sun, Senin (25/3/2019).
Paul North, seorang mantan petugas di perawatan narkoba, mengatakan, "Kemudahan anak muda untuk mendapatkan obat-obatan terlarang telah meningkat secara besar-besaran. Instagram, Snapchat, dan Facebook, itu sangat mudah (dipakai, -red)."
Diketahui, ganja dapat dikaitkan dengan halusinasi, skizofrenia, gangguan bipolar, dan serangan kecemasan.
Meski begitu, menurut para kritikus, polisi menutup mata akan kasus ini.
Terkini
-
Menghadapi DBD di Musim Hujan: Anak dan Dewasa Sama Rentannya
-
Issa Xander Anak Nikita Willy Ternyata Punya Paspor Amerika Serikat, Apa Keuntungannya?
-
Tiroid Anak Bermasalah? Cek Pola Makannya! Ini Dampaknya Kata Ahli
-
Kerap Menyerang Anak-anak Dan Lansia, Virus HMPV Apakah Ada Vaksinnya?
-
Yuk Cegah Alergi pada Anak dengan Penuhi Kebutuhan Serat Harian