himedik.com - Gigi bisa memprediksikan masalah kesehatan mental. Para ilmuwan menemukan gigi dapat menunjukkan risiko gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar dan skizofrenia.
Melansir dari dailymail, Dr Erin Dunn, seorang psikiater di Rumah Sakit Umum Massachusetts menemukan anak yang memiliki enamel lebih tipis lebih mungkin memiliki masalah tersebut.
Temuan ini meskipun mungkin logis bagi para arkeolog, namun belum pernah terjadi sebelumnya dalam psikiatri.
"Ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat atau pikirkan sebelumnya," kata Dr Dunn.
Dr Dunn bersama dengan arkeolog dan antropolog serta praktisi kesehatan masyarakat meminta orangtua dari 37 anak berusia enam tahun untuk menyumbangkan gigi mereka yang copot.
Setelah menganalisis setiap gigi dengan resolusi tinggi, mereka membandingkan analisis penilaian perilaku anak-anak.
Mereka menemukan perbedaan dalam dimensi dan kualitas gigi yang merupakan prediktor kesehatan mental yang lebih baik daripada faktor-faktor yang biasanya dicari oleh psikiater.
Bagi Dr Dunn, penelitian ini menunjukkan manfaat dan kebutuhan para ilmuwan untuk bekerja lintas bidang.
'Saya pikir orang-orang cenderung hanya bekerja dengan mereka yang memiliki latar belakang sama. Psikiater bekerja dengan psikiater, psikolog bekerja dengan psikolog.
''Meski telah ada upaya bagi orang untuk bergerak lintas disiplin, namun tidak banyak yang melakukannya," tuturnya.
Penelitian ini telah dipresentasikan pada 15 Februari 2019 di Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Washington, DC.
Terkini
-
Menghadapi DBD di Musim Hujan: Anak dan Dewasa Sama Rentannya
-
Issa Xander Anak Nikita Willy Ternyata Punya Paspor Amerika Serikat, Apa Keuntungannya?
-
Tiroid Anak Bermasalah? Cek Pola Makannya! Ini Dampaknya Kata Ahli
-
Kerap Menyerang Anak-anak Dan Lansia, Virus HMPV Apakah Ada Vaksinnya?
-
Yuk Cegah Alergi pada Anak dengan Penuhi Kebutuhan Serat Harian